Ditulis oleh Administrator
Friday, 15 October 2010
BUMIAYU – Sulitnya menemui wajib pajak dan keberadaan tanah kas desa (tanah bengkok, Red) yang wajib pajak namun tidak produktif di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, menjadi kendala dalam proses pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) Kecamatan Bumiayu yang diikuti empat kepala desa (kades) yang belum memenuhi pelunasan PBB. Empat desa tersebut masing-masing adalah Desa Kalinusu, Pruwatan, Adisana, dan Dukuturi.
Rakor yang dipimpin oleh Sektretaris Camat (Sekcam) Bumiayu Wahono tersebut membahas kendala dan upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam memenuhi pelunasan PBB di tingkat desa.
Dikatakan Wahono, sejumlah kendala cukup menghambat proses pemungutan PBB dari masyarakat.
’’Di antaranya adalah sulitnya menemui wajib pajak, serta tanah kas Desa yang terkena wajib pajak namun dalam kondisi tidak produktif," tandas Wahono kemarin (15/10).
Kecamatan Bumiayu, menurut Wahono, memiliki baku pajak sebesar Rp 1.260.680.278 yang sedianya telah terlunasi pada Juli lalu. Namun, dengan masih terdapatnya kendala di lapangan, maka pelunasan PBB belum dapat terpenuhi hingga saat ini.
’’Oleh karena itu, dalam rakor ini kita menetapkan pelunasan PBB akan tercapai pada 20 Oktober 2010, dan masing-masing desa yang belum melunasi PBB telah sanggup untuk melunasinya," terang Wahono.
Menurut dia, berbagai cara dan upaya sudah dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya membayar pajak, seperti sosialisasi dan penyuluhan yang rutin dilakukan staf kantor desa maupun kecamatan.
’’Kita sering melakukan penyuluhan mengenai pentingnya membayar PBB yang merupakan kewajiban warga, sebagai wujud partisipasi nyata yang hasilnya adalah upaya percepatan pembangunan di segala bidang," terang Wahono. (pri)http://www.radartegal.com
coba
RADIO MPU KANWA || BERANDA || PPNI || BELANJA DI GANJAR || UU KEPERAWATAN |
RIAS PENGANTIN DAN STUDIO FOTO
Anda Pengunjung Ke
Sabtu, 16 Oktober 2010
Dari Peringatan Hari Cuci Tangan dengan Sabun se-Dunia
Diposting oleh
cingsingsehat
Ditulis oleh Administrator
Friday, 15 October 2010
Peringatan Hari Cuci Tangan dengan Sabun se-Dunia (Global Hand Washing Day) kemarin (15/10) diikuti oleh ribuan siswa yang berasal dari 10 sekolah dasar (SD) dari empat kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan. Seperti apa jalannya kegiatan tersebut?
LAPORAN: TEGUH S.
KEGIATAN yang keduakalinya diperingati tersebut mendapat sambutan baik dari dari para siswa maupun guru. Di SD Kalierang 02 Bumiayu, sedikitnya 300 siswa sejak pagi telah bersiap mengikuti jalannya rangkaian kegiatan yang digelar secara serempak di sejumlah wilayah.
Selain mencuci tangan, kegiatan lain yang turut dilaksanakan adalah lomba menggambar bertema ’’Kapan Mencuci Tangan dengan Sabun?’’.
Untuk lebih mendukung jalannya peringatan ini, sebuah bak penampung air berukuran besar telah disiapkan dilengkapi dengan pipa paralon untuk menyalurkan air yang akan digunakan para siswa bercuci tangan dilengkapi dengan sabun.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Departemen Kesehatan RI, Kementrian Pemberdayaan Perempuan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), PKK Pusat ini untuk wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan didukung oleh Radio Citra Amalia Bumiayu dan Lifebuoy.
Budi Susiana selaku koordinator kegiatan Peringatan Hari Cuci Tangan dengan Sabun se-Dunia (HCTPSS) di wilayah Brebes bagian selatan mengatakan, penyelenggaraan HCTPSS sangat penting sebagai upaya meningkatkan kesadaran pola hidup bersih dan sehat bagi masyarakat.
Minimnya pemahaman tersebut, menurut dia, mengakibatkan masih tingginya tingkat kematian dan kesakitan akibat penyakit-penyakit yang berkaitan dengan air, sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta rendahnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun.
’’Dengan dimulainya kegiatan HCTPSS di sekolah-sekolah hari ini (kemarin, Red), diharapkan akan membudaya di masing-masing keluarga. Langkah ini dipandang sederhana, namun sangat efektif dan dapat mencegah penyakit-penyakit yang mengancam setiap anggota keluarga," jelas Budi yang juga selaku direktur Radio Citra Amalia Bumiayu.
Sementara, Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Bumiayu Zaini mengatakan, dengan melalui kegiatan tersebut diharapkan akan tertanam sejak dini pola hidup bersih dan sehat pada jiwa anak-anak.
’’Sehinga nantinya mereka akan terbiasa untuk memelihara kebersihan," ungkapnya. Selain mencuci tangan dengan sabun, kegiatan lain yang juga dilaksanakan adalah lomba menggambar. Untuk kegiatan tersebut akan dipilih juara I, II, dan III. Untuk juara I mendapatkan sebuah paket bingkisan dari Lifebuoy, sedangkan juara II dan III mendapat paket bingkisan dari Radio Citra Amalia Bumiayu. (*)http://www.radartegal.com
Friday, 15 October 2010
Peringatan Hari Cuci Tangan dengan Sabun se-Dunia (Global Hand Washing Day) kemarin (15/10) diikuti oleh ribuan siswa yang berasal dari 10 sekolah dasar (SD) dari empat kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan. Seperti apa jalannya kegiatan tersebut?
LAPORAN: TEGUH S.
KEGIATAN yang keduakalinya diperingati tersebut mendapat sambutan baik dari dari para siswa maupun guru. Di SD Kalierang 02 Bumiayu, sedikitnya 300 siswa sejak pagi telah bersiap mengikuti jalannya rangkaian kegiatan yang digelar secara serempak di sejumlah wilayah.
Selain mencuci tangan, kegiatan lain yang turut dilaksanakan adalah lomba menggambar bertema ’’Kapan Mencuci Tangan dengan Sabun?’’.
Untuk lebih mendukung jalannya peringatan ini, sebuah bak penampung air berukuran besar telah disiapkan dilengkapi dengan pipa paralon untuk menyalurkan air yang akan digunakan para siswa bercuci tangan dilengkapi dengan sabun.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Departemen Kesehatan RI, Kementrian Pemberdayaan Perempuan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), PKK Pusat ini untuk wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan didukung oleh Radio Citra Amalia Bumiayu dan Lifebuoy.
Budi Susiana selaku koordinator kegiatan Peringatan Hari Cuci Tangan dengan Sabun se-Dunia (HCTPSS) di wilayah Brebes bagian selatan mengatakan, penyelenggaraan HCTPSS sangat penting sebagai upaya meningkatkan kesadaran pola hidup bersih dan sehat bagi masyarakat.
Minimnya pemahaman tersebut, menurut dia, mengakibatkan masih tingginya tingkat kematian dan kesakitan akibat penyakit-penyakit yang berkaitan dengan air, sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta rendahnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun.
’’Dengan dimulainya kegiatan HCTPSS di sekolah-sekolah hari ini (kemarin, Red), diharapkan akan membudaya di masing-masing keluarga. Langkah ini dipandang sederhana, namun sangat efektif dan dapat mencegah penyakit-penyakit yang mengancam setiap anggota keluarga," jelas Budi yang juga selaku direktur Radio Citra Amalia Bumiayu.
Sementara, Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Bumiayu Zaini mengatakan, dengan melalui kegiatan tersebut diharapkan akan tertanam sejak dini pola hidup bersih dan sehat pada jiwa anak-anak.
’’Sehinga nantinya mereka akan terbiasa untuk memelihara kebersihan," ungkapnya. Selain mencuci tangan dengan sabun, kegiatan lain yang juga dilaksanakan adalah lomba menggambar. Untuk kegiatan tersebut akan dipilih juara I, II, dan III. Untuk juara I mendapatkan sebuah paket bingkisan dari Lifebuoy, sedangkan juara II dan III mendapat paket bingkisan dari Radio Citra Amalia Bumiayu. (*)http://www.radartegal.com
Jumat, 15 Oktober 2010
DATA NUPTK SD N MAYANA 01
Diposting oleh
cingsingsehat
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 EICHMAN SUHERMAN 3=DITUNDA Tidak Rasional
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 HOTIMAH 2=DITERIMA 4143749651300013
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 SAKIB BINTARA 2=DITERIMA 4534739641200003
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 SETIYO 2=DITERIMA 4847730634200002
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 SUKOJAH 2=DITERIMA 1339733632300003
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 TASRIPIN 2=DITERIMA 2449729631200002
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 WARTONO 2=DITERIMA 9038729631200003
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 HOTIMAH 2=DITERIMA 4143749651300013
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 SAKIB BINTARA 2=DITERIMA 4534739641200003
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 SETIYO 2=DITERIMA 4847730634200002
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 SUKOJAH 2=DITERIMA 1339733632300003
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 TASRIPIN 2=DITERIMA 2449729631200002
KAB. BREBES BANTARKAWUNG SD N MAYANA 01 WARTONO 2=DITERIMA 9038729631200003
Mau Bayi Laki atau Perempuan? Begini Caranya!
Diposting oleh
cingsingsehat
Memiliki anak adalah impian setiap pasangan. Namun, memilih jenis kelamin si jabang bagi kebanyakan dari kita pasti merupakan hal tidak mudah.
Walau demikian, baru-baru ini ada penelitian yang menunjukkan bahwa cara alami bisa memprediksi jenis kelamin anak Anda. Dokter dari Rumah Sakit Omni Medical Center, dr Caroline Tirtajasa, SpOG, dari Rumah Sakit Omni Medical Center menjelaskan bahwa "bermain" dengan masa subur bisa Anda jadikan cara alami untuk memilih jenis kelamin anak. Begini caranya:
1. Sebelum dan sesudah masa ovulasi
Jika hubungan seks dilakukan sebelum atau sesudah masa subur, maka sperma x sebagai pembawa sel kelamin perempuan akan mengitari indung telur. Dalam keadaan itu, sel sperma x punya kemungkinan besar membuahi sel telur. Ini memperbesar kemungkinan lahirnya bayi berjenis kelamin perempuan.
2. Saat masa ovulasi
Jika Anda menginginkan bayi laki-laki, lakukan hubungan intim dengan pasangan di saat puncak ovulasi. Hal ini karena sel sperma Y yang lebih berpeluang untuk membuahi sel telur Anda yang sudah matang.
3. Inseminasi
Di luar cara itu, dokter ahli mengatakan ada cara lain, yaitu lewat jalan inseminasi dengan pemilihan sel sperma. (tam)http://www.kompas.com/
Walau demikian, baru-baru ini ada penelitian yang menunjukkan bahwa cara alami bisa memprediksi jenis kelamin anak Anda. Dokter dari Rumah Sakit Omni Medical Center, dr Caroline Tirtajasa, SpOG, dari Rumah Sakit Omni Medical Center menjelaskan bahwa "bermain" dengan masa subur bisa Anda jadikan cara alami untuk memilih jenis kelamin anak. Begini caranya:
1. Sebelum dan sesudah masa ovulasi
Jika hubungan seks dilakukan sebelum atau sesudah masa subur, maka sperma x sebagai pembawa sel kelamin perempuan akan mengitari indung telur. Dalam keadaan itu, sel sperma x punya kemungkinan besar membuahi sel telur. Ini memperbesar kemungkinan lahirnya bayi berjenis kelamin perempuan.
2. Saat masa ovulasi
Jika Anda menginginkan bayi laki-laki, lakukan hubungan intim dengan pasangan di saat puncak ovulasi. Hal ini karena sel sperma Y yang lebih berpeluang untuk membuahi sel telur Anda yang sudah matang.
3. Inseminasi
Di luar cara itu, dokter ahli mengatakan ada cara lain, yaitu lewat jalan inseminasi dengan pemilihan sel sperma. (tam)http://www.kompas.com/
Barang Elektronik Warga Mendadak Rusak
Diposting oleh
cingsingsehat
BUMIAYU - Belasan warga RW 03 dan RW 04 Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, resah menyusul rusaknya peralatan elektronik milik mereka yang mendadak rusak.
Warga menuding kerusakan terjadi menyusul penggantian salah satu trafo milik PLN yang sebelumnya tanpa melalui pemberitahuan kepada warga. Warga yang mengalami kerusakan barang elektronik berasal dari dua RT, yakni RT 03 RW 04 dan RT 03 RW 06.
Kerusakan menimpa pesawan televisi, reciver parabola, radio, dan lainnya. Zainudin (40), warga setempat mengatakan, sebelumnya pihak PLN melalui petugasnya pada Selasa (12/10) melakukan penggantian trafo yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka.
Namun, setelah penggantian selesai, tiba-tiba sejumlah barang elektronik milik warga mendadak rusak.
’’Saat dilakukan penggantian memang dilaksanakan pemadaman. Tapi, setelah listrik kembali menyala ternyata tv dan reciver parabola milik saya malah jadi rusak. Saya sesalkan kenapa pihak PLN sebelumnya tidak melakukan pemberitahuan lebih dahulu saat akan dilakukan penggantian?" ungkapnya kepada Radar Rabu (13/10).
Dikatakan Zainudin, sebelumnya dia mengira kerusakan barang elektronik hanya dialaminya sendiri, namun ternyata tetangga dan warga lainnya pun mengalami kejadian serupa.
Hingga akhirnya warga melaporkan keluhan tersebut ke PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Bumiayu. Mendapat laporan tersebut, pihak PLN UPJ Bumiayu menurunkan petugas ke lokasi pemukiman untuk mengetahui sejauhmana kondisi yang terjadi.
Berdasarkan hasil survei petugas, diketahui sedikitnya 12 warga mengadukan kondisi kerusakan barang elektronik milik mereka yang diduga rusak akibat penggantian trafo PLN.
BERTANGGUNGJAWAB
Terpisah, Manager PLN UPJ Bumiayu Kisno didampingi Supervisor Teknik Muhammad Nur membenarkan masuknya laporan warga mengenai kerusakan barang elektronik mereka.
Untuk itu, dikatakan Kisno, pihaknya akan segera melakukan penanganan mengenai terjadinya kondisi tersebut. ’’Kita akan mengecek kondisi trafo. Dan jika kerusakan memang disebabkan oleh penggantian trafo terkait teknis pemasangan, maka kita akan bertanggung jawab dengan mengganti biaya perbaikan barang elektronik warga yang rusak," jelasnya.
Penggantian trafo, dijelaskan Risno, dilakukan menyusul kondisi trafo lama yang dalam kondisi telah rusak. Sedianya upaya tersebut dilakukan untuk memaksimalkan penyaluran listrik kepada warga. ’’Kondisinya sudah tidak memadai, sehingga jika dibiarkan kita khawatir akan terjadi kondisi yang lebih membahayakan. Karenanya kita ganti dengan trafo baru," terang Kisno. (pri)Radar Tegal.
Warga menuding kerusakan terjadi menyusul penggantian salah satu trafo milik PLN yang sebelumnya tanpa melalui pemberitahuan kepada warga. Warga yang mengalami kerusakan barang elektronik berasal dari dua RT, yakni RT 03 RW 04 dan RT 03 RW 06.
Kerusakan menimpa pesawan televisi, reciver parabola, radio, dan lainnya. Zainudin (40), warga setempat mengatakan, sebelumnya pihak PLN melalui petugasnya pada Selasa (12/10) melakukan penggantian trafo yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka.
Namun, setelah penggantian selesai, tiba-tiba sejumlah barang elektronik milik warga mendadak rusak.
’’Saat dilakukan penggantian memang dilaksanakan pemadaman. Tapi, setelah listrik kembali menyala ternyata tv dan reciver parabola milik saya malah jadi rusak. Saya sesalkan kenapa pihak PLN sebelumnya tidak melakukan pemberitahuan lebih dahulu saat akan dilakukan penggantian?" ungkapnya kepada Radar Rabu (13/10).
Dikatakan Zainudin, sebelumnya dia mengira kerusakan barang elektronik hanya dialaminya sendiri, namun ternyata tetangga dan warga lainnya pun mengalami kejadian serupa.
Hingga akhirnya warga melaporkan keluhan tersebut ke PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Bumiayu. Mendapat laporan tersebut, pihak PLN UPJ Bumiayu menurunkan petugas ke lokasi pemukiman untuk mengetahui sejauhmana kondisi yang terjadi.
Berdasarkan hasil survei petugas, diketahui sedikitnya 12 warga mengadukan kondisi kerusakan barang elektronik milik mereka yang diduga rusak akibat penggantian trafo PLN.
BERTANGGUNGJAWAB
Terpisah, Manager PLN UPJ Bumiayu Kisno didampingi Supervisor Teknik Muhammad Nur membenarkan masuknya laporan warga mengenai kerusakan barang elektronik mereka.
Untuk itu, dikatakan Kisno, pihaknya akan segera melakukan penanganan mengenai terjadinya kondisi tersebut. ’’Kita akan mengecek kondisi trafo. Dan jika kerusakan memang disebabkan oleh penggantian trafo terkait teknis pemasangan, maka kita akan bertanggung jawab dengan mengganti biaya perbaikan barang elektronik warga yang rusak," jelasnya.
Penggantian trafo, dijelaskan Risno, dilakukan menyusul kondisi trafo lama yang dalam kondisi telah rusak. Sedianya upaya tersebut dilakukan untuk memaksimalkan penyaluran listrik kepada warga. ’’Kondisinya sudah tidak memadai, sehingga jika dibiarkan kita khawatir akan terjadi kondisi yang lebih membahayakan. Karenanya kita ganti dengan trafo baru," terang Kisno. (pri)Radar Tegal.
Rabu, 13 Oktober 2010
Kasus Tanah Semakin Jelas
Diposting oleh
cingsingsehat
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 12 October 2010
BREBES - Penasehat hukum terdakwa Indra Kusuma, Arteria Dahlan SH menyatakan, persidangan kasus pengadaan tanah di Kabupaten Brebes tahun 2003 sudah jelas adanya.
Artinya, menurut dia, digelar transparan dengan menghadirkan puluhan saksi. Termasuk dua saksi ahli maupun saksi yang meringankan terdakwa. Semua saksi itu sudah dihadirkan di persidangan Pengadilan khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta sejak 12 Juli 2010, dan ratusan pertanyaan majelis hakim maupun dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), terkait pengadaan tanah semua sudah disampaikan di persidangan.
Siapa yang menikmati hasil pembelian maupun penjualan tanah untuk pengadaan pasar, menurut Arteria, jelas pula adanya. Karenanya, selaku penasehat hukum, pihaknya meminta ketua majelis hakim dan JPU kepada KPK untuk menetapkan tersangka baru selain Indra Kusuma selaku kliennya yang sudah lebih dulu ditetapkan jadi terdakwa.
’’Kami minta pada yang mulia majelis hakim dan JPU untuk segera menetapkan tersangka baru," kata Arteria kepada wartawan usai persidangan pemeriksaan terdakwa Indra Kusuma di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11/10).
Saat didesak lebih lanjut mengenai kemungkinan munculnya tersangka baru dalam kasus pengadaan tanah ini, Arteria menyatakan, keoptimisannya dan kemungkinan tersebut sangat besar.
Kliennya, lanjut Arteria, dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang (UU) RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah UU RI No. 31 Tahun 1999, jo Pasal 55 KUHP.
Pasal 2 menyatakan, tiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan penjara sumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.
Sedangkan Pasal 3 menyatakan, setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau kedudukan yang ada padanya karena jabatan, atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun, dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta.
Sedangkan untuk Pasal 55 KUHP tentang Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan Secara Bersama-sama. Meski demikian, pasal mana yang akan dipakai untuk menjerat terdakwa dan tersangka baru lainnya belum diketahui pasti.
Sidang tuntutan ini akan digelar Senin (18/10) mendatang. Sementara pada persidangan Senin (11/10), Indra Kusuma menyatakan permintaan maafnya atas kebijakan yang dikeluarkan dalam pengadaan tanah pasar tahun 2003 hingga merugikan keuangan negara Rp 7,8 miliar dari total Rp 11 miliar. Sedangkan kebijakan itu, menurut dia, keluar saat dirinya baru menjabat tiga bulan sebagai bupati Brebes. Terdakwa mengakui pembelian itu dibuat dengan tanggal mundur, yang itu semua atas saran bawahannya. (din)http://www.radartegal.com
Tuesday, 12 October 2010
BREBES - Penasehat hukum terdakwa Indra Kusuma, Arteria Dahlan SH menyatakan, persidangan kasus pengadaan tanah di Kabupaten Brebes tahun 2003 sudah jelas adanya.
Artinya, menurut dia, digelar transparan dengan menghadirkan puluhan saksi. Termasuk dua saksi ahli maupun saksi yang meringankan terdakwa. Semua saksi itu sudah dihadirkan di persidangan Pengadilan khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta sejak 12 Juli 2010, dan ratusan pertanyaan majelis hakim maupun dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), terkait pengadaan tanah semua sudah disampaikan di persidangan.
Siapa yang menikmati hasil pembelian maupun penjualan tanah untuk pengadaan pasar, menurut Arteria, jelas pula adanya. Karenanya, selaku penasehat hukum, pihaknya meminta ketua majelis hakim dan JPU kepada KPK untuk menetapkan tersangka baru selain Indra Kusuma selaku kliennya yang sudah lebih dulu ditetapkan jadi terdakwa.
’’Kami minta pada yang mulia majelis hakim dan JPU untuk segera menetapkan tersangka baru," kata Arteria kepada wartawan usai persidangan pemeriksaan terdakwa Indra Kusuma di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11/10).
Saat didesak lebih lanjut mengenai kemungkinan munculnya tersangka baru dalam kasus pengadaan tanah ini, Arteria menyatakan, keoptimisannya dan kemungkinan tersebut sangat besar.
Kliennya, lanjut Arteria, dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang (UU) RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah UU RI No. 31 Tahun 1999, jo Pasal 55 KUHP.
Pasal 2 menyatakan, tiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan penjara sumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.
Sedangkan Pasal 3 menyatakan, setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau kedudukan yang ada padanya karena jabatan, atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun, dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta.
Sedangkan untuk Pasal 55 KUHP tentang Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan Secara Bersama-sama. Meski demikian, pasal mana yang akan dipakai untuk menjerat terdakwa dan tersangka baru lainnya belum diketahui pasti.
Sidang tuntutan ini akan digelar Senin (18/10) mendatang. Sementara pada persidangan Senin (11/10), Indra Kusuma menyatakan permintaan maafnya atas kebijakan yang dikeluarkan dalam pengadaan tanah pasar tahun 2003 hingga merugikan keuangan negara Rp 7,8 miliar dari total Rp 11 miliar. Sedangkan kebijakan itu, menurut dia, keluar saat dirinya baru menjabat tiga bulan sebagai bupati Brebes. Terdakwa mengakui pembelian itu dibuat dengan tanggal mundur, yang itu semua atas saran bawahannya. (din)http://www.radartegal.com
Potensi Budidaya Ikan Air Tawar di Desa Banjarsari Kecamatan Bantarkawug
Diposting oleh
cingsingsehat
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 12 October 2010
Ketersediaan sumber air yang memadai, menjadikan Desa Banjarsari, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, berpotensi sebagai daerah pengembangan budidaya ikan air tawar. Sejauhmana upaya pengembangan potensi tersebut?
LAPORAN: TEGUH SUPRIYANTO
BERDASARKAN data di kantor desa tersebut terdapat lebih sedikitnya 50 petani ternak ikan air tawar yang memanfaatkan lahan di sekitar pemukiman mereka sebagai kolam ikan.
Kepala Desa (Kades) Banjarsari Ahmad Zainal Mutaqin mengatakan, kondisi alam yang ada di desanya, memberikan kemudahan bagi para peternak ikan dalam mendapat pasokan air. Kebanyakan warga membuat kolam ikan di samping maupun bagian belakang rumah mereka.
’’Sudah sejak lama warga di sini menggeluti budidaya ikan jenis air tawar. Hanya saja, dalam pengelolaannya masih bersifat tradisional. Jenis ikan yang dipelihara antara lain tawes, lele dan mujaer," ungkap Zainal Selasa (12/10).
Dikatakan Zainal, dengan potensi yang ada tersebut desanya sempat beberapakali mendapatkan perhatian baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes maupun kalangan swasta. Perhatian tersebut berbentuk bantuan berupa pemberian bibit ikan maupun sosialisasi mengenai cara budidaya ikan yang baik dan benar.
’’Hanya saja, bantuan tersebut sepertinya masih kurang maksimal. Sebab, para petani ternak ikan di sini masih kesulitan dalam memahami besarnya peluang usaha melalui budidaya ikan air tawar ini. Selain bibit ikan dan sosialisasi, mereka juga memerlukan pembinaan mengenai manajemen peternakan secara mandiri," jelas Zainal.
Akibat dari kondisi tersebut, budidaya ikan air tawar yang sudah lama digeluti dan memiliki potensi besar bagi kemajuan ekonomi masyarakat desa, saat ini hanya menjadi tambahan penghasilan. Sementara untuk kebutuhan hidup utama, warga masih mengandalkan dari sektor pertanian dan dagang.
Dengan dukungan sumber daya air yang cukup melimpah, Zainal optimis desanya bisa menjadi sentra ikan air tawar di selatan Kabupaten Brebes.
’’Tapi tentunya harus ada dukungan yang optimal, terutama dari instansi terkait di lingkungan Pemkab Brebes," tandasnya. Apa saja bentuk dukungan pemkab? Dia mengatakan, salah satunya adalah meningkatkan SDM petani ikan. Misalnya, dengan kegiatan pelatihan dan pembinaan pengembangan usaha budidaya ikan air tawar.
’’Salah satunya adalah bagaimana tata cara pembenihan ikan," kata dia . Selain Desa Banjarsari, desa lain di Kecamatan Bantarkawung yang juga memiliki potensi pengembangan budidaya ikan tawar adalah Desa Terlaya dan Legok. Tidak jauh berbeda dengan Desa Banjarsari, para petani di desa lain dalam mengelola ternak ikan tersebut masih menggunakan cara-cara tradisional. (*)http://www.radartegal.com
Tuesday, 12 October 2010
Ketersediaan sumber air yang memadai, menjadikan Desa Banjarsari, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, berpotensi sebagai daerah pengembangan budidaya ikan air tawar. Sejauhmana upaya pengembangan potensi tersebut?
LAPORAN: TEGUH SUPRIYANTO
BERDASARKAN data di kantor desa tersebut terdapat lebih sedikitnya 50 petani ternak ikan air tawar yang memanfaatkan lahan di sekitar pemukiman mereka sebagai kolam ikan.
Kepala Desa (Kades) Banjarsari Ahmad Zainal Mutaqin mengatakan, kondisi alam yang ada di desanya, memberikan kemudahan bagi para peternak ikan dalam mendapat pasokan air. Kebanyakan warga membuat kolam ikan di samping maupun bagian belakang rumah mereka.
’’Sudah sejak lama warga di sini menggeluti budidaya ikan jenis air tawar. Hanya saja, dalam pengelolaannya masih bersifat tradisional. Jenis ikan yang dipelihara antara lain tawes, lele dan mujaer," ungkap Zainal Selasa (12/10).
Dikatakan Zainal, dengan potensi yang ada tersebut desanya sempat beberapakali mendapatkan perhatian baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes maupun kalangan swasta. Perhatian tersebut berbentuk bantuan berupa pemberian bibit ikan maupun sosialisasi mengenai cara budidaya ikan yang baik dan benar.
’’Hanya saja, bantuan tersebut sepertinya masih kurang maksimal. Sebab, para petani ternak ikan di sini masih kesulitan dalam memahami besarnya peluang usaha melalui budidaya ikan air tawar ini. Selain bibit ikan dan sosialisasi, mereka juga memerlukan pembinaan mengenai manajemen peternakan secara mandiri," jelas Zainal.
Akibat dari kondisi tersebut, budidaya ikan air tawar yang sudah lama digeluti dan memiliki potensi besar bagi kemajuan ekonomi masyarakat desa, saat ini hanya menjadi tambahan penghasilan. Sementara untuk kebutuhan hidup utama, warga masih mengandalkan dari sektor pertanian dan dagang.
Dengan dukungan sumber daya air yang cukup melimpah, Zainal optimis desanya bisa menjadi sentra ikan air tawar di selatan Kabupaten Brebes.
’’Tapi tentunya harus ada dukungan yang optimal, terutama dari instansi terkait di lingkungan Pemkab Brebes," tandasnya. Apa saja bentuk dukungan pemkab? Dia mengatakan, salah satunya adalah meningkatkan SDM petani ikan. Misalnya, dengan kegiatan pelatihan dan pembinaan pengembangan usaha budidaya ikan air tawar.
’’Salah satunya adalah bagaimana tata cara pembenihan ikan," kata dia . Selain Desa Banjarsari, desa lain di Kecamatan Bantarkawung yang juga memiliki potensi pengembangan budidaya ikan tawar adalah Desa Terlaya dan Legok. Tidak jauh berbeda dengan Desa Banjarsari, para petani di desa lain dalam mengelola ternak ikan tersebut masih menggunakan cara-cara tradisional. (*)http://www.radartegal.com
Selasa, 12 Oktober 2010
Menilik Potensi Galian C di Sungai Cigunung, Kecamatan Salem
Diposting oleh
cingsingsehat
Ditulis oleh Administrator
Monday, 11 October 2010
Sungai Cigunung yang membelah Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, memiliki kandungan alam yang dapat mensejahterakan warga di sekitarnya. Seperti apa potensi tersebut?
LAPORAN: TEGUH SUPRIYANTO
BUNYI nyaring palu terdengar berdenting ketika beradu dengan permukaan batu yang keras. Dengan 2-3 kali pukulan, ’’plek…!’’
Batu dengan ukuran empat ruas jari itu pun terbelah menjadi kepingan batu yang lebih kecil. Bunyi yang sama terdengar berulang-ulang, hingga perempuan yang tampak telah berumur senja menghentikan ayunan palunya.
Saat itu, matahari telah berada tegak di atas ubun-ubun. Meski begitu, teriknya sengatan matahari tidak terasa karena terhalang tebalnya dinding besar di bawah jembatan Sungai Cigunung yang membelah Kecamatan Salem, tempat ia berteduh.
Bagi Wurningsih (45), pagi artinya ia harus sesegera mungkin memasak untuk keluarganya. Karena anak pertamanya yang perempuan saat ini tengah mengandung calon cucu kedua Wurningsih. Sementara, suami si anak bekerja sebagai buruh di Jakarta.
Selepas memasak, sekitar pukul 06.30 WIB, ia langsung ke pasar untuk keperluan belanja kebutuhan dapur harian.
’’Biasanya, saya mulai memecah batu jam 07.30 WIB. Bedug dzuhur istirahat sebentar," kata Wurningsih saat ditemui Radar di sela-sela kerjanya sebagai pemecah batu Senin (11/10).
Pekerjaan memecah batu split, lanjutnya, merupakan kegiatan rutin harian yang sudah dikerjakannya selama puluhan tahun.
’’Anak saya semuanya ada tiga. Dua laki-laki sedang bekerja di Jakarta bersama menantu, sedangakan anak saya yang perempuan tinggal bersama saya. Sebelumnya, dia juga membantu jadi pemecah batu. Tapi sekarang sedang hamil anak nomor dua jadi hanya bantu-bantu di rumah saja," tutur Wurningsih.
Menurutnya, untuk dapat satu mobil bak terbuka dibutuhkan waktu 2-3 hari. Dengan hasil untuk tiap satu mobil Rp 30 ribu, dalam satu bulan Wurningsih rata-rata mendapatkan upah Rp 150 ribu. Karena Sungai Cigunung tidak selalu dapat diambil batunya terlebih jika sedang banjir.
’’Lumayan Mas, daripada nganggur. Hitung-hitung bisa memberi uang saku sekolah cucu," ujarnya.
Di wilayah aliran Sungai Cigunung, dijelaskan Wurningsih, terdapat sekitar 30-an perempuan pemecah batu. Biasanya, setiap pagi mereka akan ikut mengangkat batu dari sungai dengan menggunakan ember yang dibawahnya telah dilobangi.
Namun, sejalan dengan masih seringnya turun hujan cukup menghambat aktivitas para pemecah batu di lokasi ini. Beberapa di antara pekerja mulai meninggalkan pekerjaan tersebut dengan alasan pendapatan mereka berkurang, sehingga beralih menjadi buruh tani.
’’Hujan hampir tiap hari datang, sehingga air di sungai selalu besar dan kami kesulitan jika harus mengambil batu di tengah sungai. Ini saja tinggal menghabiskan batu yang sudah diambil beberapa minggu lalu," ungkapnya.
Meski demikian, keberadaan Sungai Cigunung sebagai penopang ekonomi sebagian warga sangat dirasakan manfaatnya, terlebih di saat musim kemarau datang dan sawah tadah hujan tidak lagi ditanami pemiliknya.
Banyak para tenaga buruh tani menjadikan Sungai Cigunung sebagai sumber pendapatan mereka. (*)http://www.radartegal.com/index.php/
Monday, 11 October 2010
Sungai Cigunung yang membelah Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, memiliki kandungan alam yang dapat mensejahterakan warga di sekitarnya. Seperti apa potensi tersebut?
LAPORAN: TEGUH SUPRIYANTO
BUNYI nyaring palu terdengar berdenting ketika beradu dengan permukaan batu yang keras. Dengan 2-3 kali pukulan, ’’plek…!’’
Batu dengan ukuran empat ruas jari itu pun terbelah menjadi kepingan batu yang lebih kecil. Bunyi yang sama terdengar berulang-ulang, hingga perempuan yang tampak telah berumur senja menghentikan ayunan palunya.
Saat itu, matahari telah berada tegak di atas ubun-ubun. Meski begitu, teriknya sengatan matahari tidak terasa karena terhalang tebalnya dinding besar di bawah jembatan Sungai Cigunung yang membelah Kecamatan Salem, tempat ia berteduh.
Bagi Wurningsih (45), pagi artinya ia harus sesegera mungkin memasak untuk keluarganya. Karena anak pertamanya yang perempuan saat ini tengah mengandung calon cucu kedua Wurningsih. Sementara, suami si anak bekerja sebagai buruh di Jakarta.
Selepas memasak, sekitar pukul 06.30 WIB, ia langsung ke pasar untuk keperluan belanja kebutuhan dapur harian.
’’Biasanya, saya mulai memecah batu jam 07.30 WIB. Bedug dzuhur istirahat sebentar," kata Wurningsih saat ditemui Radar di sela-sela kerjanya sebagai pemecah batu Senin (11/10).
Pekerjaan memecah batu split, lanjutnya, merupakan kegiatan rutin harian yang sudah dikerjakannya selama puluhan tahun.
’’Anak saya semuanya ada tiga. Dua laki-laki sedang bekerja di Jakarta bersama menantu, sedangakan anak saya yang perempuan tinggal bersama saya. Sebelumnya, dia juga membantu jadi pemecah batu. Tapi sekarang sedang hamil anak nomor dua jadi hanya bantu-bantu di rumah saja," tutur Wurningsih.
Menurutnya, untuk dapat satu mobil bak terbuka dibutuhkan waktu 2-3 hari. Dengan hasil untuk tiap satu mobil Rp 30 ribu, dalam satu bulan Wurningsih rata-rata mendapatkan upah Rp 150 ribu. Karena Sungai Cigunung tidak selalu dapat diambil batunya terlebih jika sedang banjir.
’’Lumayan Mas, daripada nganggur. Hitung-hitung bisa memberi uang saku sekolah cucu," ujarnya.
Di wilayah aliran Sungai Cigunung, dijelaskan Wurningsih, terdapat sekitar 30-an perempuan pemecah batu. Biasanya, setiap pagi mereka akan ikut mengangkat batu dari sungai dengan menggunakan ember yang dibawahnya telah dilobangi.
Namun, sejalan dengan masih seringnya turun hujan cukup menghambat aktivitas para pemecah batu di lokasi ini. Beberapa di antara pekerja mulai meninggalkan pekerjaan tersebut dengan alasan pendapatan mereka berkurang, sehingga beralih menjadi buruh tani.
’’Hujan hampir tiap hari datang, sehingga air di sungai selalu besar dan kami kesulitan jika harus mengambil batu di tengah sungai. Ini saja tinggal menghabiskan batu yang sudah diambil beberapa minggu lalu," ungkapnya.
Meski demikian, keberadaan Sungai Cigunung sebagai penopang ekonomi sebagian warga sangat dirasakan manfaatnya, terlebih di saat musim kemarau datang dan sawah tadah hujan tidak lagi ditanami pemiliknya.
Banyak para tenaga buruh tani menjadikan Sungai Cigunung sebagai sumber pendapatan mereka. (*)http://www.radartegal.com/index.php/
BKPH Tekan Angka Pencurian Kayu Ditulis
Diposting oleh
cingsingsehat
Ditulis oleh Administrator
Monday, 11 October 2010
SALEM - Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Salem dalam dua tahun terakhir ini berhasil menekan angka pencurian kayu yang berada di kawasan BKPH Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes.
Berdasarkan tabel data pencurian kayu yang ada di Kantor BKPH Kecamatan Salem, pada tahun 2008 terdapat sedkitnya 13 pohon yang dicuri dengan nilai kerugian sebesar Rp 5.389.000. Jumlah tersebut menurun pada tahun 2009, dengan jumlah pohon yang dicuri sebanyak 12 pohon serta nilai kerugian Rp 1.244.000.
Kepala BKPH Salem Darto mengatakan, angka tersebut semakin menurun pada tahun 2010. Kasus pencurian kayu jumlahnya lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya.
’’Aksi pencurian masih tetap terjadi hanya jumlahnya tidak menonjol, antara 1 hingga 2 batang. Namun demikian, kita tetap mencatatnya sebagai bahan laporan," tandasnya Senin (11/10).
Dikatakan Darto, keberhasilan menekan angka pencurian kayu tersebut tidak lepas dari peran serta warga, khususnya yang tinggal di lingkungan hutan.
’’Kita terus melakukan koordinasi menjalin kemitraan baik dengan warga, pemerintahan desa, dan tentunya aprat penegak hukum. Sebab, jika hanya mengandalkan petugas yang kita miliki, tentunya hal ini sulit terwujud," kata Darto.
Dikatakan dia, jumlah kaawasan hutan yang berada di bawah pengawasan BKPH Salem yakni seluas 10.007 hektar dengan jumlah lahan garapan sebesar 4.486,3 hektar, yang terdiri dari 823.743 pohon.
Selain masalah pencurian pohon, aktivitas negatif lain yang berhasil ditekan yakni penggarapan liar untuk mendapatkan hasil tanaman pertanian dari lahan kawasan hutan. Baik dengan tujuan menguasai, maupun tidak terhadap lahan yang digunakan (bibrikan).
Untuk permasalahan bibrikan ini, BKPH Kecamatan Salem berhasil menurunkannya dari semula 51,2 hektar pada tahun 2008, menjadi 33,0 hektar lahan bibrikan.
’’Untuk mengatasinya, kita terus melakukan penyuluhan maupun sosialisasi mengenai manfaat kelestarian hutan, dengan bekerjasama dengan empat Resort Pemangku Hutan (RPH) yang ada di sini. Yaitu, RPH Gunung Larang, Indrajaya, Babakan, dan Winduasri," terang Darto. (pri)http://www.radartegal.com/index.php/BKPH-Tekan-Angka-Pencurian-Kayu.html
Monday, 11 October 2010
SALEM - Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Salem dalam dua tahun terakhir ini berhasil menekan angka pencurian kayu yang berada di kawasan BKPH Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes.
Berdasarkan tabel data pencurian kayu yang ada di Kantor BKPH Kecamatan Salem, pada tahun 2008 terdapat sedkitnya 13 pohon yang dicuri dengan nilai kerugian sebesar Rp 5.389.000. Jumlah tersebut menurun pada tahun 2009, dengan jumlah pohon yang dicuri sebanyak 12 pohon serta nilai kerugian Rp 1.244.000.
Kepala BKPH Salem Darto mengatakan, angka tersebut semakin menurun pada tahun 2010. Kasus pencurian kayu jumlahnya lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya.
’’Aksi pencurian masih tetap terjadi hanya jumlahnya tidak menonjol, antara 1 hingga 2 batang. Namun demikian, kita tetap mencatatnya sebagai bahan laporan," tandasnya Senin (11/10).
Dikatakan Darto, keberhasilan menekan angka pencurian kayu tersebut tidak lepas dari peran serta warga, khususnya yang tinggal di lingkungan hutan.
’’Kita terus melakukan koordinasi menjalin kemitraan baik dengan warga, pemerintahan desa, dan tentunya aprat penegak hukum. Sebab, jika hanya mengandalkan petugas yang kita miliki, tentunya hal ini sulit terwujud," kata Darto.
Dikatakan dia, jumlah kaawasan hutan yang berada di bawah pengawasan BKPH Salem yakni seluas 10.007 hektar dengan jumlah lahan garapan sebesar 4.486,3 hektar, yang terdiri dari 823.743 pohon.
Selain masalah pencurian pohon, aktivitas negatif lain yang berhasil ditekan yakni penggarapan liar untuk mendapatkan hasil tanaman pertanian dari lahan kawasan hutan. Baik dengan tujuan menguasai, maupun tidak terhadap lahan yang digunakan (bibrikan).
Untuk permasalahan bibrikan ini, BKPH Kecamatan Salem berhasil menurunkannya dari semula 51,2 hektar pada tahun 2008, menjadi 33,0 hektar lahan bibrikan.
’’Untuk mengatasinya, kita terus melakukan penyuluhan maupun sosialisasi mengenai manfaat kelestarian hutan, dengan bekerjasama dengan empat Resort Pemangku Hutan (RPH) yang ada di sini. Yaitu, RPH Gunung Larang, Indrajaya, Babakan, dan Winduasri," terang Darto. (pri)http://www.radartegal.com/index.php/BKPH-Tekan-Angka-Pencurian-Kayu.html
Hakim: Indra Tetap Harus Bertanggungjawab
Diposting oleh
cingsingsehat
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 12 October 2010
JAKARTA - Terdakwa Indra Kusuma secara terbuka menyatakan penyesalan sekaligus menyatakan permintaan maaf, terkait kebijakan pengadaan tanah pasar tahun 2003. Permintaan maaf ini sekaligus disampaikan pada masyarakat Kabupaten Brebes.
Menurut terdakwa, sedikitpun tak ada niatan untuk merugikan masyarakat. Sebaliknya dia menginginkan warga yang dipimpinnya mengalami kemajuan. "Kami minta maaf. Kami akui khilaf atas semua ini. Sedikitpun tak ada niatan untuk merugikan masyarakat," kata Indra Kusuma, disampaikan dalam sidang terbuka pengadilan khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, dengan agenda utama pemeriksan terdakwa, Senin (11/10).
Pengakuan permintaan maaf ini keluar dari mulut terdakwa setelah menerima serentetan pertanyaan dari majelis hakim. Termasuk brondongan pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK, terkait proses pembelian tanah di dua lokasi, tanah eks Kantor Pegadaian, dan tanah di Jalan A Yani Kota Brebes. Tapi apa pun alasannya, terdakwa dalam hal ini selaku bupati, menurut majelis hakim, harus bertanggungjawab atas kerugian yang diakibatkan dari pembelian tanah tersebut. Meskipun dari pembelian tanah terdakwa mengaku tidak pernah menikmati hasilnya.
Terdakwa mengaku, saat pembelian tanah 2003, dirinya menjabat sebagai bupati baru tiga bulan. Sebagai pejabat baru, sehingga persoalan yang berkaitan administrasi pemerintahan, diakuinya belum banyak menguasai. Minimnya pengalamam inilah yang sangat disayangkan majelis hakim.
"Saudara kok jadi bupati dengan tanpa bakal pengalaman. Saudara ini dibodohi anak buahnya sendiri dan ini resiko yang harus ditanggung. Lalu kenapa saudara mencalonkan sebagai bupati?" kata hakim Nanin Indrawati SH MH pada Indra Kusuma yang dijawab dengan permintaan maaf.
Sebagai kepala daerah, menurut hakim, harusnya dengan didampingi staf ahli atau meminta bantuan Bagian hukum. Dan diakuinya waktu itu tidak pernah meminta bantuan pada bagian hukum. Sedangkan staf ahli pun tidak punya.
Di persidangan terdakwa mengakui, keputusan terkait pembelian tanah lebih banyak melalui lisan. Hakim sangat menyayangkan bupati. Karena keputusan setuju, atau tidaknya sebuah persoalan, harusnya dibuat secara tertulis. Ironisnya lagi Kepala Bagian Hukum, yang tahu persoalan hukum terungkap ikut-ikutan dalam pengusulan penjualan tanah.
Dalam persidangan, terdakwa mengakui sebelumnya pernah menerima usulan pembelian tanah Eks Kantor Pegadaian dari pengusaha Hartono Santoso. Usulan tersebut disampaikan setelah dia dilantik sebagai Bupati Kabupaten Brebes, 22 Desember 2002. Sambil mengucapkan selamat atas pelantikan, dan bersamaan itu, pengusaha Hartono Santoso menawarkan tanah miliknya pada terdakwa. Tapi karena harga yang ditawarkan terlalu mahal, per meter Rp 5 juta, terdakwa mengaku keberatan. Sebagai alasannya, karena harga yang ditawarkan terlalu tinggi, yang selanjutnya dijawab pemilik tanah, bahwa mahal tidaknya tanah itu bukan urusan Indra Kusuma. Melainkan itu urusan pemerintah daerah. Padahal dia sudah ditetapkan sebagai bupati. Sekaligus penanggung jawab pemerintahan, tapi itu semua nampaknya tidak dipedulikan.
Pernyataan keberatan itu disampaikan melalui lisan. Meski keberatan karena harganya terlalu mahal, kenyataan tanah milik Hartono Santoso akhirnya dibeli juga per meter Rp 5 juta. Terungkap di persidangan sebelum syarat jual beli dipenuhi, ternyata tanah sudah lebih dulu dibayarkan. Sedangkan untuk tanah milik ahli waris Dien Novianty Rahmatika, di Jalan A Yani dimana untuk proses pembeliannya menurut terdakwa, dengan didahului undangan dari pimpinan DPRD Sarei Abdul Rosyid, H Nasrudin, Sonadi Ilham, Slamet Nuri (almarhum).
"Dalam pertemuan itu mereka pimpinan DPRD meminta saya selaku bupati untuk membeli tanah di Jalan A Yani. Alasannya sebagai balas jasa pada almarhum Bupati Tajudin Noor Aly, yang telah berjasa sebagai bupati. Setelah itu dibentuk tim yang anggotanya di antaranya Agung Widyantoro, Sukirso, dan Anggota Komisi A lainnya untuk menemui ahli waris karena tanah masih dalam sengketa," kata Indra Kusuma, menceritakan proses pembelian tanah di Jalan A Yani.
Diakui setelah itu akhli waris Dien Novianty Rahmatika, datang menemui Indra Kusuma di pendopo. Karena ini terkait pengadaan tanah pasar, yang selanjutnya urusan tersebut diserahkan pada kepala pasar Supriyono. Tanah seluas 1200 m2 akhirnya jadi dibeli per meter Rp 5 juta. Pemda selanjutnya membayar Rp 6 milliar. Pembayaran kedua tanah diakui dibuat dengan tanggal mundur. Syarat administrasi belum dilengkapi namun pembayaran sudah dilakukan lebih dulu. Semua itu menurut terdakwa atas perintah Kabag Pemerintahan Karsono, dengan alasan untuk menyelamatkan aset.
"Karsono bilang itu sesuai Undang-Undang," kata Indra Kusuma.
Saat dikejar undang-undang apa itu dan terdakwa menyatakan tidak tahu. Selama persidangan terdakwa lebih banyak menyatakan tidak tahu dari semua proses pembelian tanah. Termasuk untuk aliran dana yang masuk ke rekeningnya senilai Rp 1,31 miliiar, dan terdakwa menyatakan tidak tahu siapa yang mengirimkan uang ke rekeningnya. Karenanya dia langsung meminta maaf pada masyarakat Brebes atas semua ini, dan permintaan maaf ini langsung disambut tangisan istri Hj Maryatun.
Sidang akan dilanjutkan Senin depan dengan agenda utama tuntutan dari JPU pada KPK. (din)Radar Tegal.
Tuesday, 12 October 2010
JAKARTA - Terdakwa Indra Kusuma secara terbuka menyatakan penyesalan sekaligus menyatakan permintaan maaf, terkait kebijakan pengadaan tanah pasar tahun 2003. Permintaan maaf ini sekaligus disampaikan pada masyarakat Kabupaten Brebes.
Menurut terdakwa, sedikitpun tak ada niatan untuk merugikan masyarakat. Sebaliknya dia menginginkan warga yang dipimpinnya mengalami kemajuan. "Kami minta maaf. Kami akui khilaf atas semua ini. Sedikitpun tak ada niatan untuk merugikan masyarakat," kata Indra Kusuma, disampaikan dalam sidang terbuka pengadilan khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, dengan agenda utama pemeriksan terdakwa, Senin (11/10).
Pengakuan permintaan maaf ini keluar dari mulut terdakwa setelah menerima serentetan pertanyaan dari majelis hakim. Termasuk brondongan pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK, terkait proses pembelian tanah di dua lokasi, tanah eks Kantor Pegadaian, dan tanah di Jalan A Yani Kota Brebes. Tapi apa pun alasannya, terdakwa dalam hal ini selaku bupati, menurut majelis hakim, harus bertanggungjawab atas kerugian yang diakibatkan dari pembelian tanah tersebut. Meskipun dari pembelian tanah terdakwa mengaku tidak pernah menikmati hasilnya.
Terdakwa mengaku, saat pembelian tanah 2003, dirinya menjabat sebagai bupati baru tiga bulan. Sebagai pejabat baru, sehingga persoalan yang berkaitan administrasi pemerintahan, diakuinya belum banyak menguasai. Minimnya pengalamam inilah yang sangat disayangkan majelis hakim.
"Saudara kok jadi bupati dengan tanpa bakal pengalaman. Saudara ini dibodohi anak buahnya sendiri dan ini resiko yang harus ditanggung. Lalu kenapa saudara mencalonkan sebagai bupati?" kata hakim Nanin Indrawati SH MH pada Indra Kusuma yang dijawab dengan permintaan maaf.
Sebagai kepala daerah, menurut hakim, harusnya dengan didampingi staf ahli atau meminta bantuan Bagian hukum. Dan diakuinya waktu itu tidak pernah meminta bantuan pada bagian hukum. Sedangkan staf ahli pun tidak punya.
Di persidangan terdakwa mengakui, keputusan terkait pembelian tanah lebih banyak melalui lisan. Hakim sangat menyayangkan bupati. Karena keputusan setuju, atau tidaknya sebuah persoalan, harusnya dibuat secara tertulis. Ironisnya lagi Kepala Bagian Hukum, yang tahu persoalan hukum terungkap ikut-ikutan dalam pengusulan penjualan tanah.
Dalam persidangan, terdakwa mengakui sebelumnya pernah menerima usulan pembelian tanah Eks Kantor Pegadaian dari pengusaha Hartono Santoso. Usulan tersebut disampaikan setelah dia dilantik sebagai Bupati Kabupaten Brebes, 22 Desember 2002. Sambil mengucapkan selamat atas pelantikan, dan bersamaan itu, pengusaha Hartono Santoso menawarkan tanah miliknya pada terdakwa. Tapi karena harga yang ditawarkan terlalu mahal, per meter Rp 5 juta, terdakwa mengaku keberatan. Sebagai alasannya, karena harga yang ditawarkan terlalu tinggi, yang selanjutnya dijawab pemilik tanah, bahwa mahal tidaknya tanah itu bukan urusan Indra Kusuma. Melainkan itu urusan pemerintah daerah. Padahal dia sudah ditetapkan sebagai bupati. Sekaligus penanggung jawab pemerintahan, tapi itu semua nampaknya tidak dipedulikan.
Pernyataan keberatan itu disampaikan melalui lisan. Meski keberatan karena harganya terlalu mahal, kenyataan tanah milik Hartono Santoso akhirnya dibeli juga per meter Rp 5 juta. Terungkap di persidangan sebelum syarat jual beli dipenuhi, ternyata tanah sudah lebih dulu dibayarkan. Sedangkan untuk tanah milik ahli waris Dien Novianty Rahmatika, di Jalan A Yani dimana untuk proses pembeliannya menurut terdakwa, dengan didahului undangan dari pimpinan DPRD Sarei Abdul Rosyid, H Nasrudin, Sonadi Ilham, Slamet Nuri (almarhum).
"Dalam pertemuan itu mereka pimpinan DPRD meminta saya selaku bupati untuk membeli tanah di Jalan A Yani. Alasannya sebagai balas jasa pada almarhum Bupati Tajudin Noor Aly, yang telah berjasa sebagai bupati. Setelah itu dibentuk tim yang anggotanya di antaranya Agung Widyantoro, Sukirso, dan Anggota Komisi A lainnya untuk menemui ahli waris karena tanah masih dalam sengketa," kata Indra Kusuma, menceritakan proses pembelian tanah di Jalan A Yani.
Diakui setelah itu akhli waris Dien Novianty Rahmatika, datang menemui Indra Kusuma di pendopo. Karena ini terkait pengadaan tanah pasar, yang selanjutnya urusan tersebut diserahkan pada kepala pasar Supriyono. Tanah seluas 1200 m2 akhirnya jadi dibeli per meter Rp 5 juta. Pemda selanjutnya membayar Rp 6 milliar. Pembayaran kedua tanah diakui dibuat dengan tanggal mundur. Syarat administrasi belum dilengkapi namun pembayaran sudah dilakukan lebih dulu. Semua itu menurut terdakwa atas perintah Kabag Pemerintahan Karsono, dengan alasan untuk menyelamatkan aset.
"Karsono bilang itu sesuai Undang-Undang," kata Indra Kusuma.
Saat dikejar undang-undang apa itu dan terdakwa menyatakan tidak tahu. Selama persidangan terdakwa lebih banyak menyatakan tidak tahu dari semua proses pembelian tanah. Termasuk untuk aliran dana yang masuk ke rekeningnya senilai Rp 1,31 miliiar, dan terdakwa menyatakan tidak tahu siapa yang mengirimkan uang ke rekeningnya. Karenanya dia langsung meminta maaf pada masyarakat Brebes atas semua ini, dan permintaan maaf ini langsung disambut tangisan istri Hj Maryatun.
Sidang akan dilanjutkan Senin depan dengan agenda utama tuntutan dari JPU pada KPK. (din)Radar Tegal.
Minggu, 10 Oktober 2010
INILAH 10 DAFTAR ORANG TERKAYA INDONESIA TAHUN 2010
Diposting oleh
cingsingsehat
Siapa orang tekaya di indonesia ? itulah pertanyaan yang kadang ada dalam benak saya, dan saya yakin pertanyaan tersebut juga pasti pernah terlintas dalam benak anda ?, sebagai seorang yang normal tentu hal tesebut wajar, karena dengan mengetahui siapa orang-orang terkaya (baik itu di indonesia ataupun dunia), hal tersebut juga akan dapat memotifasi kita untuk selalu giat bekerja keras dan cerdas tentunya, dengan sedikit harapan dapat menjadi orang yang mapan dalam hal fiansial , karena memang tidak dapat dipunkiri motifasi berperan besar dalam pengembangan diri seseorang.
Setelah beberapa waktu lalu penasaran dengan orang-orang terkaya di indonesia , akhirnya saya mencari-cari informasi tentang orang-orang terkaya indonesia dan ternyata saya menemukan informasi tentang daftar orang-orang terkaya indonesia diberbagai media di ranah maya, salah satunya saya temukan di forbes.com. forbes menerbitkan 40 daftar orang-orang terkaya indonesia (tentunya menurut versi forbes) pada 03/12/2009 (daftar ini mungkin masih berlaku di 2010 jika forbes belum menerbitkan daftar barunya)., dari ke 40 daftar orang terkaya indonesia tersebut, 3 diantaranya masuk pada daftar 793 orang terkaya di dunia menurut versi forbes, ke 3 orang indonesia tersebut adalah Michael Hartono di peringkat 430, R. Budi Hartono di peringkat 430 juga, dan Peter Sondakh di peringkat 701. dan dibawah ini adalah 10 daftar orang terkaya indonesia yang di ambil dari forbes.com,.
1. R. Budi & Michael Hartono US$ 7 miliar
2. Martua Sitorus US$ 3 miliar
3. Susilo Wonowidjojo US$ 2,6 miliar
4. Aburizal Bakrie US$ 2,5 miliar
5. Eka Tjipta Widjaja U$S 2,4 miliar
6. Peter Sondakh US$ 2,1 miliar
7. Putera Sampoerna US$ 2 miliar
8. Sukanto Tanoto US$ 1,9 miliar
9. Anthoni Salim US$ 1,4 miliar
10. Soegiharto Sosrodjojo US$ 1,2 miliar
Memang hanya 10 daftar orang terkaya indonesia yang saya tulis, karena jika saya menulis semuanya ( 40 orang), tentu anda akan jenuh melihat daftarnya, untuk itu bagi anda yang merasa ingin melihat list lengkapnya silahkan kunjungi forber.com. dan semoga daftar orang-orang tekaya indonesia diatas dapat bermanfaat dan dapat pula memotifasi kita agar selalu giat bekerja keras dan cerdas, karena bukan tidak munkin jika nanti anda dapat masuk dalam list diatas.
Setelah beberapa waktu lalu penasaran dengan orang-orang terkaya di indonesia , akhirnya saya mencari-cari informasi tentang orang-orang terkaya indonesia dan ternyata saya menemukan informasi tentang daftar orang-orang terkaya indonesia diberbagai media di ranah maya, salah satunya saya temukan di forbes.com. forbes menerbitkan 40 daftar orang-orang terkaya indonesia (tentunya menurut versi forbes) pada 03/12/2009 (daftar ini mungkin masih berlaku di 2010 jika forbes belum menerbitkan daftar barunya)., dari ke 40 daftar orang terkaya indonesia tersebut, 3 diantaranya masuk pada daftar 793 orang terkaya di dunia menurut versi forbes, ke 3 orang indonesia tersebut adalah Michael Hartono di peringkat 430, R. Budi Hartono di peringkat 430 juga, dan Peter Sondakh di peringkat 701. dan dibawah ini adalah 10 daftar orang terkaya indonesia yang di ambil dari forbes.com,.
1. R. Budi & Michael Hartono US$ 7 miliar
2. Martua Sitorus US$ 3 miliar
3. Susilo Wonowidjojo US$ 2,6 miliar
4. Aburizal Bakrie US$ 2,5 miliar
5. Eka Tjipta Widjaja U$S 2,4 miliar
6. Peter Sondakh US$ 2,1 miliar
7. Putera Sampoerna US$ 2 miliar
8. Sukanto Tanoto US$ 1,9 miliar
9. Anthoni Salim US$ 1,4 miliar
10. Soegiharto Sosrodjojo US$ 1,2 miliar
Memang hanya 10 daftar orang terkaya indonesia yang saya tulis, karena jika saya menulis semuanya ( 40 orang), tentu anda akan jenuh melihat daftarnya, untuk itu bagi anda yang merasa ingin melihat list lengkapnya silahkan kunjungi forber.com. dan semoga daftar orang-orang tekaya indonesia diatas dapat bermanfaat dan dapat pula memotifasi kita agar selalu giat bekerja keras dan cerdas, karena bukan tidak munkin jika nanti anda dapat masuk dalam list diatas.
Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia 2010
Diposting oleh
cingsingsehat

Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia 2010
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
1. CARLOS SLIM HELU
Net Worth : $53.5 Billion
Fortune : Self made
Source : Telecom
Age : 69
Country Of Citizenship : Mexico
Residence : Mexico City
Industry : Telecommunications
Education : NA
Marital Status : Widowed, 6 children
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
2. BILL GATES
Net Worth : $53.0 Billion
Fortune : Self Made
Source : Microsoft
Age : 54
Country Of Citizenship : United States
Residence : Medina, Washington
Industry : Software
Education : Harvard University, Drop Out,
Marital Status : Married, 3 children
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
3. WARREN BUFFETT
Net Worth : $47.0 Billion
Fortune : Self Made
Source : Berkshire Hathaway
Age : 79
Country Of Citizenship : United States
Residence : Omaha, Nebraska
Industry : Investments
Education : Columbia University, Master of Science
Marital Status : Widowed, remarried, 3 children
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
4. MUKESH AMBANI
Net Worth : $29.0 Billion
Fortune : Inherited and Growing
Source : Petrochemicals
Age : 52
Country Of Citizenship : India
Residence : Mumbai
Industry : Manufacturing
Education : University of Bombay, Bachelor of Arts/Science
Marital Status : Married, 3 children
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
5. LAKSHMI MITTAL
Net Worth : $28.7 Billion
Fortune : Inherited and Growing
Source : Steel
Age : 59
Country Of Citizenship : India
Residence : London
Industry : Steel
Education : St Xavier’s College Calcutta, Bachelor of Arts/Science
Marital Status : Married, 2 children
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
6. LAWRENCE ELLISON
Net Worth : $28.0 Billion
Fortune : Self made
Source : Oracle
Age : 65
Country Of Citizenship : United States
Residence : Redwood City, California
Industry : Software
Education : University of Illinois, Drop Out
Marital Status : Married, 2 children
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
7. BERNARD ARNAULT
Net Worth : $27.5 Billion
Fortune : Inherited and Growing
Source : LVMH
Age : 61
Country Of Citizenship : France
Residence : Paris
Industry : Retail
Education : Ecole Polytechnique, Bachelor of Arts / Science
Marital Status : Married, 5 children
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
8. EIKE BATISTA
Net Worth : $27.0 Billion
Fortune : Self Made
Source : Mining, Oil
Age : 53
Country Of Citizenship : Brazil
Residence : Rio de Janeiro
Industry : Retail
Education : RWTH Aachen University, Drop Out
Marital Status : Divorced, 2 children
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
9. AMANCIO ORTEGA
Net Worth : $25.0 Billion
Fortune : Self Made
Source : Zara
Age : 74
Country Of Citizenship : Spain
Residence : La Coruna
Industry : Retail
Education : NA
Marital Status : Married, 3 children
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
10. KARL ALBRECHT
Net Worth : $23.5 Billion
Fortune : Self Made
Source : Aldi
Age : 90
Country Of Citizenship : Germany
Residence : Mulheim an der Ruhr
Industry : Retail
Education : NA
Marital Status : Married, 2 children http://www.isdaryanto.com/10-orang-terkaya-di-dunia
Kerusakan Jalan Nyaris Isolir Desa
Diposting oleh
cingsingsehat
Ditulis oleh Administrator
Friday, 08 October 2010
BANTARKAWUNG - Kerusakan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, dengan Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, sepanjang lebih kurang 7 kilometer hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan segera diperbaiki.
Kondisi tersebut menjadi pemikiran serius pihak pemerintahan desa menyusul banyaknya keluhan warga terkait kerusakan jalan yang merupakan satu-satunya akses utama warga dalam beraktivitas.
Kepala Desa (Kades) Cinanas Drs Toat Riyono mengakui, jika warganya sudah sangat kesal atas kondisi kerusakan jalan yang semakin parah. Dikatakan dia, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak lama.
’’Warga di sini seakan terisolasi dengan kondisi jalan yang rusak. Kerusakan jalan juga berimbas pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi warga. Para petani yang membawa hasil panen untuk dijual ke pasar seringkali jatuh di lokasi jalan yang rusak," jelasnya Jumat (8/10).
Menurut dia, kondisi jalan yang rusak berat itu berlangsung cukup lama, sehingga membuat warga menjadi kesal. Karenanya, sebagai bentuk kekesalan warga kerap kali pihaknya dianggap tidak serius dalam memimpin pemerintahan desa.
’’Kami sudah sering mendapat komplain dari warga, mengingat selama ini dalam memenuhi kewajibannya mereka selalu taat membayar pajak. Karenanya, mereka juga meminta timbal balik melalui pemeratan pembangunan," ungkap Toat.
Selain hampir rata-rata aspal jalan terkelupas, di beberapa ruas jalan sama sekali tidak beraspal. Kerusakan jalan sudah terlihat sejak wilayah Dukuh Tegal Munding, Desa Pruwatan, hingga wilayah Desa Cinanas yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap.
’’Yang kita kasihan itu adalah anak-anak sekolah. Mereka harus berjalan di jalan yang rusak itu. Di Desa cinanas sendiri saat ini baru berdiri 1 sekolah dasar (SD), sedangkan bagi siswa SMP atau SMA mereka setiap hari harus melalui jalan itu untuk menuju sekolahnya di Desa Pruwatan atau Bumiayu," terang Toat.
Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintahan Desa Cinanas, untuk dapat mewujudkan keinginan warga memiliki akses jalan yang dalam kondisi baik. Namun, hingga saat ini keinginan tersebut belum terlihat tanda-tanda akan tercapai.
’’Untuk itu, kita minta kepada pemerintah agar segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut, sehingga kondisi ini bisa cepat teratasi dan akses ke daerah itu dapat segera normal kembali," imbuhnya. (pri)Radar Tegal.
Friday, 08 October 2010
BANTARKAWUNG - Kerusakan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, dengan Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, sepanjang lebih kurang 7 kilometer hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan segera diperbaiki.
Kondisi tersebut menjadi pemikiran serius pihak pemerintahan desa menyusul banyaknya keluhan warga terkait kerusakan jalan yang merupakan satu-satunya akses utama warga dalam beraktivitas.
Kepala Desa (Kades) Cinanas Drs Toat Riyono mengakui, jika warganya sudah sangat kesal atas kondisi kerusakan jalan yang semakin parah. Dikatakan dia, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak lama.
’’Warga di sini seakan terisolasi dengan kondisi jalan yang rusak. Kerusakan jalan juga berimbas pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi warga. Para petani yang membawa hasil panen untuk dijual ke pasar seringkali jatuh di lokasi jalan yang rusak," jelasnya Jumat (8/10).
Menurut dia, kondisi jalan yang rusak berat itu berlangsung cukup lama, sehingga membuat warga menjadi kesal. Karenanya, sebagai bentuk kekesalan warga kerap kali pihaknya dianggap tidak serius dalam memimpin pemerintahan desa.
’’Kami sudah sering mendapat komplain dari warga, mengingat selama ini dalam memenuhi kewajibannya mereka selalu taat membayar pajak. Karenanya, mereka juga meminta timbal balik melalui pemeratan pembangunan," ungkap Toat.
Selain hampir rata-rata aspal jalan terkelupas, di beberapa ruas jalan sama sekali tidak beraspal. Kerusakan jalan sudah terlihat sejak wilayah Dukuh Tegal Munding, Desa Pruwatan, hingga wilayah Desa Cinanas yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap.
’’Yang kita kasihan itu adalah anak-anak sekolah. Mereka harus berjalan di jalan yang rusak itu. Di Desa cinanas sendiri saat ini baru berdiri 1 sekolah dasar (SD), sedangkan bagi siswa SMP atau SMA mereka setiap hari harus melalui jalan itu untuk menuju sekolahnya di Desa Pruwatan atau Bumiayu," terang Toat.
Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintahan Desa Cinanas, untuk dapat mewujudkan keinginan warga memiliki akses jalan yang dalam kondisi baik. Namun, hingga saat ini keinginan tersebut belum terlihat tanda-tanda akan tercapai.
’’Untuk itu, kita minta kepada pemerintah agar segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut, sehingga kondisi ini bisa cepat teratasi dan akses ke daerah itu dapat segera normal kembali," imbuhnya. (pri)Radar Tegal.
Potensi Kopi Mulai Ditinggalkan Petani
Diposting oleh
cingsingsehat
Ditulis oleh Administrator
Friday, 08 October 2010
SALEM - Desa Bentar, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan. Selain desa Bentar, beberapa desa lain di Kecamatan Salem juga memiliki potensi tanam kopi, seperti Desa Ciputih dan Ganggawang.
Namun, dalam perjalanannya saat ini, produksi kopi yang dihasilkan para petani di sana mengalami pernurunan semenjak lima tahun terakhir. Kondisi tersebut menyusul semakin menyusutnya jumlah lahan kopi milik warga masyarakat akibat penebangan.
’’Jenis kopi yang banyak ditanam warga di sini adalah dari jenis arabika. Namun, saat ini jumlah produksinya semakin menyusut. Hal itu dikarenakan para petani menebang tanaman kopi yang sudah tidak lagi produktif, namun tidak dibarengi dengan penanaman ulang," jelas Sucarko, pelaku usaha kopi yang saat ini juga menjabat sebagai kepala Desa Bentar Jumat (8/10).
Penurunan produksi sebagaimana, dikatakannya, dapat terlihat dalam setiap musim panen. Sebelumnya, dia bisa menampung lebih dari 1 ton kopi. Namun, saat ini jumlah itu sulit didapat. ’’Untuk dapat 1 ton saja sekarang sulit. Kalaupun bisa membutuhkan waktu lama," keluhnya.
Dikatakan Sucarko, tidak dilakukannya penanaman kembali lahan kopi yang telah ditebang disebabkan masyarakat petani kesulitan didalam mendapatkan bibit kopi. Penebangan tanaman kopi sendiri dilakukan setelah tanaman tersebut tidak lagi produktif, para petani mengganti dengan jenis tanaman lain. Namun, hasilnya tidak sesuai jika dibandingkan saat mereka menanam tanaman kopi.
’’Karenanya, para petani di sini berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan bantuan bibit kopi, sehingga lahan mereka yang saat ini kurang produktif dapat digunakan lagi menjadi kebun kopi," ungkapnya. Penurunan produksi kopi dari sejumlah desa di Kecamatan Salem, menurut Sucarko, juga dibarengi dengan penurunan kualitas hasil panen. Sehingga saat ini produksi kopi Kecamatan Salem kalah bersaing dibandingkan dengan kopi yang dihasilkan dari wilayah Wonosobo.
’’Selain bantuan bibit tanaman juga diperlukan pembinaan atau penyuluhan terhadap petani juga layak diintensifkan. Tujuannya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi. Di sini kami sangat mengarapkan peran serta dari dinas terkait," terangnya. (pri)Radar Tegal.
Friday, 08 October 2010
SALEM - Desa Bentar, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan. Selain desa Bentar, beberapa desa lain di Kecamatan Salem juga memiliki potensi tanam kopi, seperti Desa Ciputih dan Ganggawang.
Namun, dalam perjalanannya saat ini, produksi kopi yang dihasilkan para petani di sana mengalami pernurunan semenjak lima tahun terakhir. Kondisi tersebut menyusul semakin menyusutnya jumlah lahan kopi milik warga masyarakat akibat penebangan.
’’Jenis kopi yang banyak ditanam warga di sini adalah dari jenis arabika. Namun, saat ini jumlah produksinya semakin menyusut. Hal itu dikarenakan para petani menebang tanaman kopi yang sudah tidak lagi produktif, namun tidak dibarengi dengan penanaman ulang," jelas Sucarko, pelaku usaha kopi yang saat ini juga menjabat sebagai kepala Desa Bentar Jumat (8/10).
Penurunan produksi sebagaimana, dikatakannya, dapat terlihat dalam setiap musim panen. Sebelumnya, dia bisa menampung lebih dari 1 ton kopi. Namun, saat ini jumlah itu sulit didapat. ’’Untuk dapat 1 ton saja sekarang sulit. Kalaupun bisa membutuhkan waktu lama," keluhnya.
Dikatakan Sucarko, tidak dilakukannya penanaman kembali lahan kopi yang telah ditebang disebabkan masyarakat petani kesulitan didalam mendapatkan bibit kopi. Penebangan tanaman kopi sendiri dilakukan setelah tanaman tersebut tidak lagi produktif, para petani mengganti dengan jenis tanaman lain. Namun, hasilnya tidak sesuai jika dibandingkan saat mereka menanam tanaman kopi.
’’Karenanya, para petani di sini berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan bantuan bibit kopi, sehingga lahan mereka yang saat ini kurang produktif dapat digunakan lagi menjadi kebun kopi," ungkapnya. Penurunan produksi kopi dari sejumlah desa di Kecamatan Salem, menurut Sucarko, juga dibarengi dengan penurunan kualitas hasil panen. Sehingga saat ini produksi kopi Kecamatan Salem kalah bersaing dibandingkan dengan kopi yang dihasilkan dari wilayah Wonosobo.
’’Selain bantuan bibit tanaman juga diperlukan pembinaan atau penyuluhan terhadap petani juga layak diintensifkan. Tujuannya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi. Di sini kami sangat mengarapkan peran serta dari dinas terkait," terangnya. (pri)Radar Tegal.
Jumat, 08 Oktober 2010
Koramil 08/Bumiayu Gelar Pelayanan KB-Kes
Diposting oleh
cingsingsehat
Ditulis oleh Administrator
Thursday, 07 October 2010
BUMIAYU - Guna memperingati HUT TNI ke-65, Koramil 08/Bumiayu melaksanakan kegiatan berupa pelayanan KB-Kes terpadu kepada warga masyarakat yang digelar di Puskesmas Bumiayu Kamis (7/10).
Dalam kegiatan tersebut, Koramil bekerjasama dengan Unit Pelaksanan Teknis (UPT) Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kecamatan Bumiayu dan Dinas Kesehatan.
Bamin Ramil 08 Bumiayu Serma Munjin mengatakan, dalam kegiatan tersebut para wanita usia subur mendapat pelayanan KB maupun pemeriksaan kesehatan secara gratis yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas, bidan, maupun tenaga BKBPP.
’’Ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT TNI ke-65 dengan wujud bhakti sosial kepada warga masyarakat melalui pelayanan KB-Kes secara gratis," jelasnya. Dalam kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga menjelang siang hari tersebut berhasil melayani sebanyak 104 akseptor KB. Terdiri dari IUD sebanyak 21 akseptor, implan 28 akseptor, suntik 36 akseptor, dan pil sebanyak 19 akseptor.
Sementara, Danramil 08 Bumiayu Kapten (Inf) Muhtadi mengatakan, kegiatan pelayanan KB dilaksanakan juga sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat. Terlebih, TNI dituntut harus mampu manunggal dengan rakyat dalam berbagai hal, terutama untuk melaksanakan fungsinya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
’’Negara yang kuat kan harus didukung dengan masyarakat yang sehat. Makanya, kita juga turut peduli terhadap kesehatan masyarakat. Sasaran utama kegiatan ini adalah semua lapisan masyarakat, jadi tanpa memperhatikan status sosial masyarakat, kaya dan miskin, di desa maupun di kota, di daerah tertinggal maupun di daerah maju. Karena hidup sehat dan sejahtera merupakan hak dan kewajiban setiap insan," terangnya. (pri). Sumber: Radar Tegal.
Thursday, 07 October 2010
BUMIAYU - Guna memperingati HUT TNI ke-65, Koramil 08/Bumiayu melaksanakan kegiatan berupa pelayanan KB-Kes terpadu kepada warga masyarakat yang digelar di Puskesmas Bumiayu Kamis (7/10).
Dalam kegiatan tersebut, Koramil bekerjasama dengan Unit Pelaksanan Teknis (UPT) Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kecamatan Bumiayu dan Dinas Kesehatan.
Bamin Ramil 08 Bumiayu Serma Munjin mengatakan, dalam kegiatan tersebut para wanita usia subur mendapat pelayanan KB maupun pemeriksaan kesehatan secara gratis yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas, bidan, maupun tenaga BKBPP.
’’Ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT TNI ke-65 dengan wujud bhakti sosial kepada warga masyarakat melalui pelayanan KB-Kes secara gratis," jelasnya. Dalam kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga menjelang siang hari tersebut berhasil melayani sebanyak 104 akseptor KB. Terdiri dari IUD sebanyak 21 akseptor, implan 28 akseptor, suntik 36 akseptor, dan pil sebanyak 19 akseptor.
Sementara, Danramil 08 Bumiayu Kapten (Inf) Muhtadi mengatakan, kegiatan pelayanan KB dilaksanakan juga sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat. Terlebih, TNI dituntut harus mampu manunggal dengan rakyat dalam berbagai hal, terutama untuk melaksanakan fungsinya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
’’Negara yang kuat kan harus didukung dengan masyarakat yang sehat. Makanya, kita juga turut peduli terhadap kesehatan masyarakat. Sasaran utama kegiatan ini adalah semua lapisan masyarakat, jadi tanpa memperhatikan status sosial masyarakat, kaya dan miskin, di desa maupun di kota, di daerah tertinggal maupun di daerah maju. Karena hidup sehat dan sejahtera merupakan hak dan kewajiban setiap insan," terangnya. (pri). Sumber: Radar Tegal.
Empat Kecamatan Alami Penurunan Pertumbuhan Penduduk
Diposting oleh
cingsingsehat
Ditulis oleh Admini
Thursday, 07 October 2010
BREBES – Pelaksanan Sensus Penduduk (SP) 2010 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes menunjukkan, pertumbuhan penduduk tercatat mengalami kenaikan 0,22 persen per tahun.
Angka kenaikan itu dari 1. 695.093 jiwa sesuai hasil SP 2000. Sehingga pada 2010 jumlah penduduk di Kabupaten Brebes sebanyak 1.732.719 jiwa atau dari 10.000 penduduk bertambah 22 jiwa. Kepala BPS Kabupaten Brebes Gunawan SE mengatakan, dari 1.732.719 jiwa, jumlah laki-laki sebanyak 872.135 jiwa dan perempuan 860.584 jiwa. Sedangkan sex ratio atau ratio penduduk laki-laki terhadap perempuan sebanyak 101,33 persen.
KURANG MENARIK
Lebih lanjut dijelaskannya, meski terjadi pertumbuhan penduduk, namun dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes 4 di antaranya mengalami penurunan laju pertumbuhan, yakni Kecamatan Bantarkawung 0,44 persen, Bumiayu 0,11 persen, Tonjong 0,36 persen, dan Songgom 0,75 persen.
’’Hal ini dikarenakan perpindahan penduduk Brebes ke luar kota atau luar negeri cukup tinggi di daerah tersebut. Perpindahan tersebut untuk bekerja, seperti TKI dan TKW, dan mayoritas adalah penduduk usia produktif,” jelasnya kepada Radar Kamis (7/10).
Dengan banyaknya perpindahan ini, lanjutnya, berarti Brebes dipandang kurang menarik untuk aktivitas ekonomi atau untuk mencari nafkah. Ini sebagai indikasi kalau lapangan pekerjaan di Brebes tidak seimbang dengan penambahan jumlah penduduk. Meski demikian, menurut dia, bukan berarti perpindahan atau migrasi penduduk usia produktif ini untuk bekerja. Tetapi ada juga yang sekolah di luar Brebes.
Dijelaskannya, kondisi ini setelah BPS melaksanakan SP dengan menggunakan sistem by name by address. Secara defacto kalau saat pencatatan ini tidak ada atau tidak tinggal di wilayah ini saat didata, maka sudah bukan penduduk sini. Sehingga laju pertumbuhan penduduk terlihat lambat. ’’Dengan adanya hasil Sensus Penduduk 2010 di Kabupaten Brebes ini, diharapkan dapat digunakan oleh pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan, terutama dalam hal sosial,” imbuhnya. (cw3)sumber:Radar Tegal.
Thursday, 07 October 2010
BREBES – Pelaksanan Sensus Penduduk (SP) 2010 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes menunjukkan, pertumbuhan penduduk tercatat mengalami kenaikan 0,22 persen per tahun.
Angka kenaikan itu dari 1. 695.093 jiwa sesuai hasil SP 2000. Sehingga pada 2010 jumlah penduduk di Kabupaten Brebes sebanyak 1.732.719 jiwa atau dari 10.000 penduduk bertambah 22 jiwa. Kepala BPS Kabupaten Brebes Gunawan SE mengatakan, dari 1.732.719 jiwa, jumlah laki-laki sebanyak 872.135 jiwa dan perempuan 860.584 jiwa. Sedangkan sex ratio atau ratio penduduk laki-laki terhadap perempuan sebanyak 101,33 persen.
KURANG MENARIK
Lebih lanjut dijelaskannya, meski terjadi pertumbuhan penduduk, namun dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes 4 di antaranya mengalami penurunan laju pertumbuhan, yakni Kecamatan Bantarkawung 0,44 persen, Bumiayu 0,11 persen, Tonjong 0,36 persen, dan Songgom 0,75 persen.
’’Hal ini dikarenakan perpindahan penduduk Brebes ke luar kota atau luar negeri cukup tinggi di daerah tersebut. Perpindahan tersebut untuk bekerja, seperti TKI dan TKW, dan mayoritas adalah penduduk usia produktif,” jelasnya kepada Radar Kamis (7/10).
Dengan banyaknya perpindahan ini, lanjutnya, berarti Brebes dipandang kurang menarik untuk aktivitas ekonomi atau untuk mencari nafkah. Ini sebagai indikasi kalau lapangan pekerjaan di Brebes tidak seimbang dengan penambahan jumlah penduduk. Meski demikian, menurut dia, bukan berarti perpindahan atau migrasi penduduk usia produktif ini untuk bekerja. Tetapi ada juga yang sekolah di luar Brebes.
Dijelaskannya, kondisi ini setelah BPS melaksanakan SP dengan menggunakan sistem by name by address. Secara defacto kalau saat pencatatan ini tidak ada atau tidak tinggal di wilayah ini saat didata, maka sudah bukan penduduk sini. Sehingga laju pertumbuhan penduduk terlihat lambat. ’’Dengan adanya hasil Sensus Penduduk 2010 di Kabupaten Brebes ini, diharapkan dapat digunakan oleh pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan, terutama dalam hal sosial,” imbuhnya. (cw3)sumber:Radar Tegal.
Kamis, 07 Oktober 2010
Reward bagi Staf Profesional
Diposting oleh
cingsingsehat
http://www.radartegal.com/index.php/Reward-bagi-Staf-Profesional.html
Ditulis oleh Administrator
Wednesday, 06 October 2010
BREBES - Untuk merubah paradigma kinerja jurnalisme di lingkungan Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Brebes, saat ini kantor tersebut menerapkan sistem skor bagi para staf yang ditugaskan sebagai juru liput.
Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Setda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes Drs Atmo Tan Sidik Selasa (5/10) mengatakan, selain untuk merubah paradigma jurnalis, penerapan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja bagi stafnya.
’’Saat ini, sudah bukan saatnya penyelesaian dititikberatkan pada kekerasan, namun lebih kepada komunikasi yang lebih bersifat kekeluargaan atau human interest," tandasnya. Saat ini, lanjut Atmo, pihaknya sudah mulai melakukan penilaian baik terhadap kinerja maupun tingkat kehadiran. Hal tersebut sebagai respon dari Surat Edaran No. 800/Org/179/2010.
Atmo mengaku, untuk penilaian pada September 2010, terdapat delapan staf yang dianggap memiliki kinerja dan tingkat kehadiran yang lebih baik dibandingkan dengan staf lainnya. Atas prestasi yang diraih oleh kedelapan staf tersebut, pihaknya memberikan reward (penghargaan) sebagai bentuk terima kasih.
’’Kami memang sengaja memberikan hadian kepada mereka yang memiliki kinerja yang bagus. Diharapkan dengan adanya pola tersebut, ke depan akan memancing semangat seluruh staf untuk bisa bekerja lebih baik dari sekarang," jelas Atmo.
Ditulis oleh Administrator
Wednesday, 06 October 2010
BREBES - Untuk merubah paradigma kinerja jurnalisme di lingkungan Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Brebes, saat ini kantor tersebut menerapkan sistem skor bagi para staf yang ditugaskan sebagai juru liput.
Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Setda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes Drs Atmo Tan Sidik Selasa (5/10) mengatakan, selain untuk merubah paradigma jurnalis, penerapan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja bagi stafnya.
’’Saat ini, sudah bukan saatnya penyelesaian dititikberatkan pada kekerasan, namun lebih kepada komunikasi yang lebih bersifat kekeluargaan atau human interest," tandasnya. Saat ini, lanjut Atmo, pihaknya sudah mulai melakukan penilaian baik terhadap kinerja maupun tingkat kehadiran. Hal tersebut sebagai respon dari Surat Edaran No. 800/Org/179/2010.
Atmo mengaku, untuk penilaian pada September 2010, terdapat delapan staf yang dianggap memiliki kinerja dan tingkat kehadiran yang lebih baik dibandingkan dengan staf lainnya. Atas prestasi yang diraih oleh kedelapan staf tersebut, pihaknya memberikan reward (penghargaan) sebagai bentuk terima kasih.
’’Kami memang sengaja memberikan hadian kepada mereka yang memiliki kinerja yang bagus. Diharapkan dengan adanya pola tersebut, ke depan akan memancing semangat seluruh staf untuk bisa bekerja lebih baik dari sekarang," jelas Atmo.
Alat Berat Perburuk Kondisi Infrastruktur
Diposting oleh
cingsingsehat
Ditulis oleh Administrator
Wednesday, 06 October 2010
BUMIAYU - Warga Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, mengeluhkan kondisi kerusakan sejumlah sarana infrastuktur di wilayah ini yang rusak.
Kerusakan terjadi setelah sarana infrastruktur di desa ini dilalui alat berat yang didatangkan guna mendukung proyek pembangunan Jembatan Penanjung. Kerusakan yang terjadi berupa terkelupasnya lapisan aspal jalan serta robohnya pagar di dua jembatan, yakni Jembatan Kali Tapen satu dan dua yang ada di desa tersebut.
Kepala Desa (Kades) Pruwatan Agus Kusworo SH saat dikonfirmasi Radar membenarkan bahwa pihaknya menerima keluhan dari warga terkait rusaknya sarana infrastuktur, setelah alat berat masuk melalui jalur jalan desa menuju lokasi pembangunan jembatan di Dukuh Penanjung.
’’Sebenarnya, kondisi ini terjadi sejak bulan puasa (Ramadan, Red) lalu, saat alat berat sejenis becho didatangkan untuk menunjang perbaikan jembatan di Dukuh Penanjung yang roboh akibat diterjang banjir. Namun, saat itu kedatangannya sendiri tidak melalui pemberitahuan kepada pemerintah desa," ungkap Agus kemarin (6/10).
Mendapati keluhan dari warganya tersebut, Agus berupaya melakukan klarifikasi mengenai kondisi kerusakan dengan pihak rekanan pelaksana pembangunan. Akhirnya, diperoleh pernyataan melalui surat kesepakatan bahwa pihak pelaksana akan mengembalikan kondisi infrastuktur yang rusak.
’’Namun, setelah alat berat kembali keluar dari lokasi Desa, hingga saat ini belum ada tanda-tanda kerusakan tersebut akan mendapat perbaikan. Sehingga warga kembali mengadu kepada saya, mengenai janji perbaikan dari pihak rekanan," jelasnya.
Terkait kondisi tersebut, Agus menegaskan, pihak pelaksana agar segera menjalankan perbaikan sesuai dengan komitmen saat klarifikasi yang dituangkan secara tertulis. ’’Pertemuannya sendiri dihadiri oleh direksi dari pelaksana pembangunan jembatan, dan dituangkan dalam surat pernyataan," imbuh Agus.
Sementara, Camat Bumiayu Eko Purwanto SIP saat ditemui Radar di ruang kerjanya mengatakan, keluhan warga terkait kerusakan infrastuktur sebagai dampak dari melintasnya alat berat dalam pembangunan Jembatan Penanjung. Dijelaskan Eko, pihaknya juga telah mengecek kondisi kerusakan tersebut.
’’Pihak pelaksana yakni CV Multi Usaha Jaya Lestari Brebes sedianya telah menuangkan pernyataan tertulis untuk memulihkan kondisi kerusakan. Untuk itu, kita akan meminta pihak rekanan untuk segera melaksanakannya," tandas Eko. (pri)http://www.radartegal.com/index.php/Reward-bagi-Staf-Profesional.html
Wednesday, 06 October 2010
BUMIAYU - Warga Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, mengeluhkan kondisi kerusakan sejumlah sarana infrastuktur di wilayah ini yang rusak.
Kerusakan terjadi setelah sarana infrastruktur di desa ini dilalui alat berat yang didatangkan guna mendukung proyek pembangunan Jembatan Penanjung. Kerusakan yang terjadi berupa terkelupasnya lapisan aspal jalan serta robohnya pagar di dua jembatan, yakni Jembatan Kali Tapen satu dan dua yang ada di desa tersebut.
Kepala Desa (Kades) Pruwatan Agus Kusworo SH saat dikonfirmasi Radar membenarkan bahwa pihaknya menerima keluhan dari warga terkait rusaknya sarana infrastuktur, setelah alat berat masuk melalui jalur jalan desa menuju lokasi pembangunan jembatan di Dukuh Penanjung.
’’Sebenarnya, kondisi ini terjadi sejak bulan puasa (Ramadan, Red) lalu, saat alat berat sejenis becho didatangkan untuk menunjang perbaikan jembatan di Dukuh Penanjung yang roboh akibat diterjang banjir. Namun, saat itu kedatangannya sendiri tidak melalui pemberitahuan kepada pemerintah desa," ungkap Agus kemarin (6/10).
Mendapati keluhan dari warganya tersebut, Agus berupaya melakukan klarifikasi mengenai kondisi kerusakan dengan pihak rekanan pelaksana pembangunan. Akhirnya, diperoleh pernyataan melalui surat kesepakatan bahwa pihak pelaksana akan mengembalikan kondisi infrastuktur yang rusak.
’’Namun, setelah alat berat kembali keluar dari lokasi Desa, hingga saat ini belum ada tanda-tanda kerusakan tersebut akan mendapat perbaikan. Sehingga warga kembali mengadu kepada saya, mengenai janji perbaikan dari pihak rekanan," jelasnya.
Terkait kondisi tersebut, Agus menegaskan, pihak pelaksana agar segera menjalankan perbaikan sesuai dengan komitmen saat klarifikasi yang dituangkan secara tertulis. ’’Pertemuannya sendiri dihadiri oleh direksi dari pelaksana pembangunan jembatan, dan dituangkan dalam surat pernyataan," imbuh Agus.
Sementara, Camat Bumiayu Eko Purwanto SIP saat ditemui Radar di ruang kerjanya mengatakan, keluhan warga terkait kerusakan infrastuktur sebagai dampak dari melintasnya alat berat dalam pembangunan Jembatan Penanjung. Dijelaskan Eko, pihaknya juga telah mengecek kondisi kerusakan tersebut.
’’Pihak pelaksana yakni CV Multi Usaha Jaya Lestari Brebes sedianya telah menuangkan pernyataan tertulis untuk memulihkan kondisi kerusakan. Untuk itu, kita akan meminta pihak rekanan untuk segera melaksanakannya," tandas Eko. (pri)http://www.radartegal.com/index.php/Reward-bagi-Staf-Profesional.html
Rabu, 06 Oktober 2010
Masyarakat Diminta Dukung Program Pemerintah
Diposting oleh
cingsingsehat
Masyarakat Diminta Dukung Program Pemerintah
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 05 October 2010
BREBES - Wakil Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi mengatakan, sesuai dengan visi dan misi dari bupati untuk membangun masyarakat Brebes yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan maka pemerintah memfokuskan kebijakannya pada tiga sektor utama. Yaitu, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi.
Hal ini disampaikan Agung Senin (4/10) saat menghadiri acara halal bihalal bersama warga Kelurahan Pasar Batang, Kabupaten Brebes, yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Pasar Batang.
Tiga pilar utama landasan pembangunan inilah yang senantiasa dijadikan tujuan pemerintah dalam membangun Brebes. Untuk itu, Agung mengharapkan peran maksimal dari semua elemen masyarakat, termasuk warga Kelurahan Pasar Batang dalam membantu mengawal suksesnya ketiga program pembangunan ini.
’’Namun, di lain pihak hendaknya masyarakat juga bisa menjadi salah satu alat kontrol dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tetapi tetap dengan mengedepankan nilai-nilai obyektivitas dan independensi dalam memberikan masukan-masukan bagi pembangunan yang bersifat konstruktif," jelasnya.
Acara yang juga dihadiri jajaran muspika di Kecamatan Brebes tersebut sebelumnya dibuka dengan sambutan dan pengantar dari Kepala kelurahan Pasar Batang Brebes Drs Agung Setiabudi.
Dalam laporan kegiatannya, dia menyampaikan tujuan utama dari kegiatan ini. Yaitu, selain mempererat silaturahmi, juga meningkatkan jalinan komunikasi antara warga di Kelurahan Pasar Batang dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes. Terutama dalam membangun masyarakat Brebes yang lebih maju dan sejahtera. (cw3)
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 05 October 2010
BREBES - Wakil Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi mengatakan, sesuai dengan visi dan misi dari bupati untuk membangun masyarakat Brebes yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan maka pemerintah memfokuskan kebijakannya pada tiga sektor utama. Yaitu, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi.
Hal ini disampaikan Agung Senin (4/10) saat menghadiri acara halal bihalal bersama warga Kelurahan Pasar Batang, Kabupaten Brebes, yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Pasar Batang.
Tiga pilar utama landasan pembangunan inilah yang senantiasa dijadikan tujuan pemerintah dalam membangun Brebes. Untuk itu, Agung mengharapkan peran maksimal dari semua elemen masyarakat, termasuk warga Kelurahan Pasar Batang dalam membantu mengawal suksesnya ketiga program pembangunan ini.
’’Namun, di lain pihak hendaknya masyarakat juga bisa menjadi salah satu alat kontrol dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tetapi tetap dengan mengedepankan nilai-nilai obyektivitas dan independensi dalam memberikan masukan-masukan bagi pembangunan yang bersifat konstruktif," jelasnya.
Acara yang juga dihadiri jajaran muspika di Kecamatan Brebes tersebut sebelumnya dibuka dengan sambutan dan pengantar dari Kepala kelurahan Pasar Batang Brebes Drs Agung Setiabudi.
Dalam laporan kegiatannya, dia menyampaikan tujuan utama dari kegiatan ini. Yaitu, selain mempererat silaturahmi, juga meningkatkan jalinan komunikasi antara warga di Kelurahan Pasar Batang dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes. Terutama dalam membangun masyarakat Brebes yang lebih maju dan sejahtera. (cw3)
Menilik Potensi Unggulan Perkebunan Teh di Paguyangan
Diposting oleh
cingsingsehat
Menilik Potensi Unggulan Perkebunan Teh di Paguyangan
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 05 October 2010
Desa Cipetung, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, memiliki potensi perkebunan teh milik warga yang selama ini mampu diandalkan sebagai potensi unggulan. Apakah itu?
LAPORAN: TEGUH S.
POTENSI unggulan itu dihasilkan oleh beberapa desa di Kecamatan Paguyangan, khususnya yang berada di lereng Gunung Slamet.
Berbeda dengan daun teh yang di produksi oleh PT Perkebunan Nusantara IX Kaligua, teh yang dihasilkan dari perkebunan warga masyarakat Desa Cipetung ini diproduksi secara tradisional.
Sehingga baik rasa maupun aroma yang dihasilkan, benar-benar original atau tanpa sentuhan bahan campuran lain seperti melati yang lazim digunakan sebagai campuran teh.
’’Warga manamakan daun teh yang dihasilkan dengan sebutan teh incip, seluruh tahapan produksi dilakukan secara tradisional. Mulai dari pemetikan, memasak, hingga kemasannyapun masih seadanya. Bahkan wajan sebagai alat untuk memasak masih terbuat dari tanah," jelas Sutrisno, kepala Desa (Kades) Cipetung.
Dikatakan Sutrisno, di desanya terdapat 12 hektar perkebunan teh milik warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Sugih makmur. Dari 1 hektar lahan perkebunan mampu menghasilkan 500 kilogram teh basah dengan masa panen selama 15 hari sekali.
’’Secara keseluruhan terdapat 200 petani yang menggeluti usaha perkebunan teh incip ini, sementara rumah industri pengolahan terdapat 25 unit. Dalam pemasarannya, teh incip biasa langsung dikirim kepada para penjual di luar Kecamatan Paguyangan dengan harga Rp 1000 per ons," kata Sutrisno.
Perkebunan rakyat teh incip Desa Cipetung, menurut dia, selama ini belum dapat melakukan pengembangan usaha utamanya dalam sektor pengembangan pemasaran. Karenanya, dia berharap, para petani dapat di berikan pembinaan dari dinas terkait mengenai upaya pengembangan usaha dan juga peningkatan kualitas hasil produksi. (*)
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 05 October 2010
Desa Cipetung, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, memiliki potensi perkebunan teh milik warga yang selama ini mampu diandalkan sebagai potensi unggulan. Apakah itu?
LAPORAN: TEGUH S.
POTENSI unggulan itu dihasilkan oleh beberapa desa di Kecamatan Paguyangan, khususnya yang berada di lereng Gunung Slamet.
Berbeda dengan daun teh yang di produksi oleh PT Perkebunan Nusantara IX Kaligua, teh yang dihasilkan dari perkebunan warga masyarakat Desa Cipetung ini diproduksi secara tradisional.
Sehingga baik rasa maupun aroma yang dihasilkan, benar-benar original atau tanpa sentuhan bahan campuran lain seperti melati yang lazim digunakan sebagai campuran teh.
’’Warga manamakan daun teh yang dihasilkan dengan sebutan teh incip, seluruh tahapan produksi dilakukan secara tradisional. Mulai dari pemetikan, memasak, hingga kemasannyapun masih seadanya. Bahkan wajan sebagai alat untuk memasak masih terbuat dari tanah," jelas Sutrisno, kepala Desa (Kades) Cipetung.
Dikatakan Sutrisno, di desanya terdapat 12 hektar perkebunan teh milik warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Sugih makmur. Dari 1 hektar lahan perkebunan mampu menghasilkan 500 kilogram teh basah dengan masa panen selama 15 hari sekali.
’’Secara keseluruhan terdapat 200 petani yang menggeluti usaha perkebunan teh incip ini, sementara rumah industri pengolahan terdapat 25 unit. Dalam pemasarannya, teh incip biasa langsung dikirim kepada para penjual di luar Kecamatan Paguyangan dengan harga Rp 1000 per ons," kata Sutrisno.
Perkebunan rakyat teh incip Desa Cipetung, menurut dia, selama ini belum dapat melakukan pengembangan usaha utamanya dalam sektor pengembangan pemasaran. Karenanya, dia berharap, para petani dapat di berikan pembinaan dari dinas terkait mengenai upaya pengembangan usaha dan juga peningkatan kualitas hasil produksi. (*)
JALAN LINGKAR DESA DIUSULKAN
Diposting oleh
cingsingsehat
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 05 October 2010
BANTARKAWUNG - Pengembangan desa melalui pengembangan sara infrastuktur berupa fasilitas jalan, saat ini tengah menjadi prioritas utama bagi penyelenggara Pemerintaha Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes.
Salah satu konsep yang menjadi gagasan yang diajukan dalam setiap kegiatan pertemuan -baik rapat desa, maupun rapat Badan Perwakilan Desa (BPD)- yakni, pembangunan jalan lingkar desa yang juga dapat dijadikan sebagai jalan alternatif Bumiayu-Salem.
’’Jalan utama Bumiayu-Salem yang melintasi wilayah Desa Bantarkawung merupakan daerah rawan terjadi banjir jika aliran Sungai Pemali meluap. Akibatnya, tidak jarang kendaraan tidak dapat lagi melanjutkan perjalannya," jelas Kepala Desa (Kades) Bantarkawung Kasdi.
Dikatakan dia, kondisi jalan yang rawan tergenang banjir yakni selepas tikungan Dukuh Gempol hingga depan kantor Kecamatan Bantarkawung sepanjang lebih kurang 500 meter.
Penanganan yang saat ini tengah diupayakan pemerintahan desa, yaitu dengan membangun jalan lingkar Desa Bantarkawung.
’’Jalan lingkar itu direncanakan melintasi bagian selatan Dukuh Gempol, kemudian ke arah barat melalui SD 04 Bantarkawung, dan keluar di samping Lapangan Garuda di Bantarkawung sepanjang 1,5 kilomater," paparnya.
Melalui jalan lingkar tersebut diharapkan dapat terjadi pengembangan wilayah Desa Bantarkawung dengan meningkatnya aktivitas warga setelah dibangunnya jalan. Selain itu, jalan tersebut juga dapat dijadikan sebagai jalur alternatif jika di jalan utama terjadi hambatan lalulintas.
’’Banyak sekali manfaat yang didapat dengan pembangunan jalan tersebut. Hanya saja, saat ini kami kesulitan untuk melakukan pembebasan lahan. Padahal warga di sini telah menyatakan, kesiapan mereka melalui keswadayaan tenaga pembangunan jalan," ungkap Kasdi.
Upaya yang telah dilaksanakan pemerintah desa untuk meluluskan rencana pembangunan tersebut yakni dengan membahasnya dalam pertemuan musyawarah desa, serta mengajukan sebagai salah satu kegiatan dalam Program PNPM Mandiri.
’’Hanya saja, anggaran yang ada tidak dapat mencukupinya. Untuk itu kami berharap pemkab dapat membantu terlaksananya upaya pengmbangan desa melalui pengadaan sarana infrastuktur jalan ini," ujar Kasdi. (pri)
Tuesday, 05 October 2010
BANTARKAWUNG - Pengembangan desa melalui pengembangan sara infrastuktur berupa fasilitas jalan, saat ini tengah menjadi prioritas utama bagi penyelenggara Pemerintaha Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes.
Salah satu konsep yang menjadi gagasan yang diajukan dalam setiap kegiatan pertemuan -baik rapat desa, maupun rapat Badan Perwakilan Desa (BPD)- yakni, pembangunan jalan lingkar desa yang juga dapat dijadikan sebagai jalan alternatif Bumiayu-Salem.
’’Jalan utama Bumiayu-Salem yang melintasi wilayah Desa Bantarkawung merupakan daerah rawan terjadi banjir jika aliran Sungai Pemali meluap. Akibatnya, tidak jarang kendaraan tidak dapat lagi melanjutkan perjalannya," jelas Kepala Desa (Kades) Bantarkawung Kasdi.
Dikatakan dia, kondisi jalan yang rawan tergenang banjir yakni selepas tikungan Dukuh Gempol hingga depan kantor Kecamatan Bantarkawung sepanjang lebih kurang 500 meter.
Penanganan yang saat ini tengah diupayakan pemerintahan desa, yaitu dengan membangun jalan lingkar Desa Bantarkawung.
’’Jalan lingkar itu direncanakan melintasi bagian selatan Dukuh Gempol, kemudian ke arah barat melalui SD 04 Bantarkawung, dan keluar di samping Lapangan Garuda di Bantarkawung sepanjang 1,5 kilomater," paparnya.
Melalui jalan lingkar tersebut diharapkan dapat terjadi pengembangan wilayah Desa Bantarkawung dengan meningkatnya aktivitas warga setelah dibangunnya jalan. Selain itu, jalan tersebut juga dapat dijadikan sebagai jalur alternatif jika di jalan utama terjadi hambatan lalulintas.
’’Banyak sekali manfaat yang didapat dengan pembangunan jalan tersebut. Hanya saja, saat ini kami kesulitan untuk melakukan pembebasan lahan. Padahal warga di sini telah menyatakan, kesiapan mereka melalui keswadayaan tenaga pembangunan jalan," ungkap Kasdi.
Upaya yang telah dilaksanakan pemerintah desa untuk meluluskan rencana pembangunan tersebut yakni dengan membahasnya dalam pertemuan musyawarah desa, serta mengajukan sebagai salah satu kegiatan dalam Program PNPM Mandiri.
’’Hanya saja, anggaran yang ada tidak dapat mencukupinya. Untuk itu kami berharap pemkab dapat membantu terlaksananya upaya pengmbangan desa melalui pengadaan sarana infrastuktur jalan ini," ujar Kasdi. (pri)
PERKUAT SINYAL MODEM: Cara Membuat USB Extender atau Pembuatan USB Extended Posted by oprekzone
Diposting oleh
cingsingsehat
Cara Membuat USB Extender atau Pembuatan USB Extended. Untuk dapat menempatkan USB Modem atau USB WiFi pada ketinggian yang berjarak agak jauh dari komputer, diperlukan adanya perpanjangan kabel USB atau yang sering disebut USB Extender . Dipasaran memang banyak USB Extended atau perpanjangan USB namun untuk panjang 5 meter ke atas tentunya sangat sulit dan sangat mahal. Berikut cara membuat Extended USB atau perpanjangan USB untuk Modem AirCard ataupun Wireless-LAN. Berikut alat dan bahan untuk pembuatan usb extender :
1.Kabel UTP merk Belden yang bagus (agar tahan cuaca) dengan panjakira2 sampai 5 meter atau sesuai kebutuhan. Maksimal 10-meter
2.USB Extender / Perpanjangan USB = 1 set yang paling pendek klu ada
3.Isolasi kabel warna hitam yang biasa digunakan untuk instalasi listrik
4.Kondom Kabel / selongsong karet kecil untuk menutup sambungan kabel.Anda dapat membuatnya dari pembungkus luar kabel
5.Isolator atau pipa listrik maspion = 2 buah masing2 panjang sekitar 10-cm
6.Solder, Tang Potong dan Lem Bakar
Langkah Pembuatan USB Extended :
1.Potong USB Extended / Perpanjangan USB yang mau diperpanjang kira-kira 5-cm dari kepala konektor, kupas selongsong kabel, disitu ada 4 kabel masing2 berwarna merah, hitam, hijau dan putih. keterangan ; kabel merah = untuk tegangan 5VDC dari Port USB pada komputer, kabel Hitam = Ground (Nol), kabel Hijau dan Putih = Data + dan Data -.
2.Kupas kedua ujung kabel UTP kira2 5cm dari ujung selongsong kabel, disitu terdapat 4 pasang kabel masing2 : Coklat-CoklatPutih, Orange-OrangePutih, Biru-BiruPutih dan Hijau-HijauPutih. Berikutnya, kupas isolasinya sehingga kelihatan tambaganya
3.Sambungkan kabel Hijau dari kabel UTP dengan kabel Hijau dari kabel Extender USB yang telah dipotong.
4.Sambungkan kabel HijauPutih dari kabel UTP dengan kabel Putih dari ExtendedUSB yang telah dipotong.
5.Gabungkan kabel Orange-OrangePutih (2 kabel digabung jadi 1) pada kabel UTP, kemudian sambungkan gabungan kabel tadi dengan kabel Merah dari Extender USB yang telah dipotong.
6.Gabungkan kabel Coklat-CoklatPutih dengan kabel Biru-BiruPutih (4 kabel digabung menjadi 1), kemudian sambungkan gabungan kabel tadi dengan kabel Hitam dari Extended USB yang telah dipotong.
Potongan Konektor USB dan UTP :
Kable UTP dan Konektor USB :
USB Extender 5-meter :
Jangan lupa masing-masing sambungan pada USB Extender disolder, dibungkus kondom kabel atau diisolasi. Selanjutnya masukkan kabel ke dalam pipa listrik atau langsung diisolasi sehingga menutup seluruh sambungan kabel tadi dan kalau perlu isi pipa tadi dengan Lem Bakar (khusus untuk pemasangan di luar) sampai penuh atau cukup menutupi ujungnya saja. Pastikan air hujan tidak bisa masuk.
Nah Pembuatan USB Extended selesai dan Extender USB siap digunakan. Cobalah dulu menggunakan Flashdisk, kalau OK berarti USB Extended siap digunakan untuk Modem atau Wireless-LAN.
Pengalaman saya dalam membuat USB Extended, panjang total USB Extender yang efektif untuk Modem adalah tidak lebih dari 8 meter. Di atas 8 meter komunikasi data sering error dan drop bahkan untuk beberapa jenis modem terjadi Not Found Detected Device artinya Modem tidak terdeteksi meskipun untuk flashdisk OK.
Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut bisa dipasang USB Repeater.. namun harganya cukup mahal,.. sebagai contoh USB Repeater sepanjang 5 meter berharga Rp.300 ribuan !!
Atau bisa dicoba dipasang USB Power Injektor, yaitu dengan memberikan Catu Daya tersendiri pada Modem/Wireless seperti halnya pada Access Point. Dengan Rangkaian tersebut Extender USB bisa diperpanjang sampai dengan 10-12 meter bahkan lebih
Nah, sederhana bukan cara membuat USB Extended Modem dan Wireless?
(cingsingsehat.com)
1.Kabel UTP merk Belden yang bagus (agar tahan cuaca) dengan panjakira2 sampai 5 meter atau sesuai kebutuhan. Maksimal 10-meter
2.USB Extender / Perpanjangan USB = 1 set yang paling pendek klu ada
3.Isolasi kabel warna hitam yang biasa digunakan untuk instalasi listrik
4.Kondom Kabel / selongsong karet kecil untuk menutup sambungan kabel.Anda dapat membuatnya dari pembungkus luar kabel
5.Isolator atau pipa listrik maspion = 2 buah masing2 panjang sekitar 10-cm
6.Solder, Tang Potong dan Lem Bakar
Langkah Pembuatan USB Extended :
1.Potong USB Extended / Perpanjangan USB yang mau diperpanjang kira-kira 5-cm dari kepala konektor, kupas selongsong kabel, disitu ada 4 kabel masing2 berwarna merah, hitam, hijau dan putih. keterangan ; kabel merah = untuk tegangan 5VDC dari Port USB pada komputer, kabel Hitam = Ground (Nol), kabel Hijau dan Putih = Data + dan Data -.
2.Kupas kedua ujung kabel UTP kira2 5cm dari ujung selongsong kabel, disitu terdapat 4 pasang kabel masing2 : Coklat-CoklatPutih, Orange-OrangePutih, Biru-BiruPutih dan Hijau-HijauPutih. Berikutnya, kupas isolasinya sehingga kelihatan tambaganya
3.Sambungkan kabel Hijau dari kabel UTP dengan kabel Hijau dari kabel Extender USB yang telah dipotong.
4.Sambungkan kabel HijauPutih dari kabel UTP dengan kabel Putih dari ExtendedUSB yang telah dipotong.
5.Gabungkan kabel Orange-OrangePutih (2 kabel digabung jadi 1) pada kabel UTP, kemudian sambungkan gabungan kabel tadi dengan kabel Merah dari Extender USB yang telah dipotong.
6.Gabungkan kabel Coklat-CoklatPutih dengan kabel Biru-BiruPutih (4 kabel digabung menjadi 1), kemudian sambungkan gabungan kabel tadi dengan kabel Hitam dari Extended USB yang telah dipotong.
Potongan Konektor USB dan UTP :
Kable UTP dan Konektor USB :
USB Extender 5-meter :
Jangan lupa masing-masing sambungan pada USB Extender disolder, dibungkus kondom kabel atau diisolasi. Selanjutnya masukkan kabel ke dalam pipa listrik atau langsung diisolasi sehingga menutup seluruh sambungan kabel tadi dan kalau perlu isi pipa tadi dengan Lem Bakar (khusus untuk pemasangan di luar) sampai penuh atau cukup menutupi ujungnya saja. Pastikan air hujan tidak bisa masuk.
Nah Pembuatan USB Extended selesai dan Extender USB siap digunakan. Cobalah dulu menggunakan Flashdisk, kalau OK berarti USB Extended siap digunakan untuk Modem atau Wireless-LAN.
Pengalaman saya dalam membuat USB Extended, panjang total USB Extender yang efektif untuk Modem adalah tidak lebih dari 8 meter. Di atas 8 meter komunikasi data sering error dan drop bahkan untuk beberapa jenis modem terjadi Not Found Detected Device artinya Modem tidak terdeteksi meskipun untuk flashdisk OK.
Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut bisa dipasang USB Repeater.. namun harganya cukup mahal,.. sebagai contoh USB Repeater sepanjang 5 meter berharga Rp.300 ribuan !!
Atau bisa dicoba dipasang USB Power Injektor, yaitu dengan memberikan Catu Daya tersendiri pada Modem/Wireless seperti halnya pada Access Point. Dengan Rangkaian tersebut Extender USB bisa diperpanjang sampai dengan 10-12 meter bahkan lebih
Nah, sederhana bukan cara membuat USB Extended Modem dan Wireless?
(cingsingsehat.com)
KELUARGA FLEXI
Diposting oleh
cingsingsehat
Bantarkawung, 26 September 2010. Bertempat tinggal di lereng pegunungan Baribis, sejauh 25 km sebelah barat kota Bumiayu, tepatnya di kampung Mayana desa Legok Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, tinggal sebuah keluarga Saefurokhman, yang kerap dipanggil Pak Asep. Di jaman era komunikasi ini, Asep dan keluarga untuk menghubungi sanak saudara, rekan-rekan kerjanya, dan sahabat –sahabat lamanya, menggunakan layanan Telkomsel. Sebagai pilihan utamanya keluarga Asep menggunakan layanan kartu FLEXI, sejak tahun 2004. Satu pesawat telpon rumah dan empat Handpon CDMA yang masih aktip sebagai alat komunikasi keluarga tetap ia pilih sampai waktu kedepan. Dalam berbagai kesempatan, Asep selalu mengajak rekan – rekannya untuk menggunakan FLEXI. Kesetabilan sinyal dan kepastian harga yang murah sebagai alasan mengapa keluarg Asep menggunakan Flexi. Mengakhiri tulisan ini dia mengajak para pembaca untuk mengenal FLEXI, stelah itu mencoba memiliki FLEXI, kemudian rasakan manfaatnya. (cingsingsehat.com).
Minggu, 03 Oktober 2010
TELKOM FLEXI JEMPUT BOLA
Diposting oleh
cingsingsehat
TELKOM FLEXI JEMPUT BOLA
Bantarkawng, 3 Oktober 2009. CINGSINGSEHAT. Bertempat di desa Pangabatan Kecamatan Bantarkawung Telkom Flexi wilayah Purwokerto mengadakan ramah tamah dengan konter- konter atau outlet- outlet dan para pelanggan Flexi yang berada di dua kecamatan, yaitu Bumiayu dan Bantarkawung. Hadir dalam acara tersebut kepala koordinator Area Purwokerto, Joko Trimanto beserta rombongan. Pada hari Sabtu tanggal 2 Oktober 2010, pukul 12.30 WIB acara dimulai dengan penjelasan tentang keberadaan telkom Flexi di wilayah kecamatan Bantarkawung, yang disampaikan oleh Joko Trimanto. Beliau menjelaskan bahwa Telkom Flexi mempunyai berbagai sisi keunggulan, kekuatan signal dan peningkatan pengguna FLEXI dari waktu ke waktu di kecamatan Bantarkawung semakin bertambah, selain itu pemakai modm Flexi juga bertambah karena koneksi internet mudah diakses,itu adalah bukti bahwa Flexi semakin diminati masyarakat Bantarkawung. Hadir pula dalam acara tersebut seorang pengguna Flexi pertama di Bantarkawung Asef Saefurokhman, yang juga mempunyai koleksi empat nomor Flexi di empat pesawatnya yang masing-masing dimiliki anggota keluarganya dan masih aktip nomornya sampai sekarang. Tanya jawab antara para undangan dengan pihak Flexi mengisi acara tersebut, musik organ tunggal dan Dorprise menambah meriah suasana. (cingsingsehat.com).
Bantarkawng, 3 Oktober 2009. CINGSINGSEHAT. Bertempat di desa Pangabatan Kecamatan Bantarkawung Telkom Flexi wilayah Purwokerto mengadakan ramah tamah dengan konter- konter atau outlet- outlet dan para pelanggan Flexi yang berada di dua kecamatan, yaitu Bumiayu dan Bantarkawung. Hadir dalam acara tersebut kepala koordinator Area Purwokerto, Joko Trimanto beserta rombongan. Pada hari Sabtu tanggal 2 Oktober 2010, pukul 12.30 WIB acara dimulai dengan penjelasan tentang keberadaan telkom Flexi di wilayah kecamatan Bantarkawung, yang disampaikan oleh Joko Trimanto. Beliau menjelaskan bahwa Telkom Flexi mempunyai berbagai sisi keunggulan, kekuatan signal dan peningkatan pengguna FLEXI dari waktu ke waktu di kecamatan Bantarkawung semakin bertambah, selain itu pemakai modm Flexi juga bertambah karena koneksi internet mudah diakses,itu adalah bukti bahwa Flexi semakin diminati masyarakat Bantarkawung. Hadir pula dalam acara tersebut seorang pengguna Flexi pertama di Bantarkawung Asef Saefurokhman, yang juga mempunyai koleksi empat nomor Flexi di empat pesawatnya yang masing-masing dimiliki anggota keluarganya dan masih aktip nomornya sampai sekarang. Tanya jawab antara para undangan dengan pihak Flexi mengisi acara tersebut, musik organ tunggal dan Dorprise menambah meriah suasana. (cingsingsehat.com).
Selasa, 28 September 2010
MODM FLEXI DIGANDRUNGI MASYARAKAT BANTARKAWUNG
Diposting oleh
cingsingsehat
Bantarkawung,28 september 2010, CINSINGSEHAT. Masyarakat Bantarakawung yang telah memiliki komputer maupun Laptop, sekarang sudah bisa berselancar di dunia maya lewat internet. Sekarang pengguna internet merasa lega dan tidak usah repot datang ke warnet untuk mencari berita atau data informasi yang diperlukan, apalagi harus antree dengan pelanggan warnat lainnya. Ada rasa lega bagi para orang tua yang kini telah memiliki layanan internet sendiri di rumah, karena putra -putrinya terpantau, lain halnya ketika belum mempunyai fasilitas internet sendiri."Pusing sekali sama anakku itu,sebentar - sebentar ke warnet, sehari rata -rata dua kali ke warnet, tiap main internet satu sampai dua jam, sampai bosan saya menegornya". Keluh seorang Bapak warga Bantarkawung yang tidak mau disebut namanya. Suka cita warga Bantarkawung, dan sekitarnya yang telah memiliki layanan internet dimulai sejak hadirnya jaringan Telkomsel. Lewat Modm flexi, koneksitas internet dapat dilakukan, apalagi lewat promo modm flexi dengan harga khusus dan paket murah biaya internet bagi guru dan pelajar.Kini masyarakat Bantarkawung yang belum mempunyai perangkat komputer maupun Laptop mulai menyisihkan uang sakunya untuk agar bisa mengakses dari tempat tinggalnya sendiri. Hebat ya orang Bantarkawung. Bravo telkomsel, Bravo Modm Flexi. (saya juga ingin )
Senin, 13 September 2010
LISTRIK DI KECAMATAN SALEM SERING PADAM
Diposting oleh
cingsingsehat
Salem,13 September 2010. Kejadian mati lampu akibat aliran listrik dari gardu listrik induk Bumiayu, yang dialami warga Kecamatan Salem Kabupaten Brebes dan sekitarnya sudah menjadi terbiasa karena seringnya mati lampu. Terjadinya mati lampu diakibatkan oleh kendala teknik maupun non teknik. Kendala teknik karena adanya pemadaman bergilir dan trafo-trafo yang rusak harus diganti, kendala teknis tersebut masih bisa dimaklumi oleh masyarakat Salem. Akan tetapi terputusnya aliran listrik akibat kendala non teknis masih susah diterima oleh pelanggan PLN di wilayah Salem. Kendala non teknis diakibatkan oleh putusnya jaringan kabel listrik karena tertimpa ranting pohon mengenai kabel tersebut. Selain itu tiang listrik yang ditanam di tanah yang labil di tempat tempat tertentu mengakibatkan tiang listrik miring bahkan roboh. Tiang listrik yang ditanam di tanah terkena longsor, akibatnya tiang tersebut roboh. Untuk mengantisipasi kendala non teknik, para petugas lapangan sudah melakukan tindakan preventif yaitu setiap tiga bulan sekali melakukan pemangkasan pohon dan rantig yang berada di lintasan jalur kabel antara Bumiayu Salem yang bejarak 35 Km. Masyarakat Salem mulai merasa sedikit lebih nyaman karena terjadinya mati lampu mulai berkurang. Pada waktu belum dilakukan tindakan pemangkasan pada musim penghujan hampir setiap hujan terjadi mati lampu, sekarang setelah dilaksanakan program pemangkasan kejadian mati lampu mulai sedikit berkurang. Masyarakat salem beharap program pelaksanaan pemangkasan terhadap pohon dan ranting yang berada di sekitar jaringan jalur kabel agar selalu dilaksanakan sesuai dengan jadwal, bahkan kalau bisa dilakukan tiap bulan akan lebih baik, sehingga terjadinya mati lampu akibat kendala non teknis tersebut bisa diminimalisir.Akibat mati lampu yang tdak terduga bisa mengakibatkan alat elektronik menjadi rusak, kegiatan perekonomian yang menggunakan energi listrik teganggu bahkan tehenti, tindakan operasi yang dilaksanakan di tempat Rumah Sakit akan mengancam jiwa pasien yang menjalani operasi. Kerusakan dan gangguan akibat mati lampu secara mendadak untuk waktu ke depan di wlayah Kecamatan Salem dan sekitarnya semoga tidak tejadi lagi. Untuk pemadaman yang direncanakan semoga pihak PLN bisa memberi tahukan terlebih dahulu minimal 3 hari sebelum dilakukan pemadaman. Semoga PLN ke depan bisa memberi pelayanan yang lebih memuaskan bagi para pelanggannya. Semoga.
Minggu, 29 Agustus 2010
MARI BERKARYA UNTUK GENERASI MUDA
Diposting oleh
cingsingsehat
Mumpung masih muda, untuk kalain generasi penerus bangsa, janganlah kalian bermalas-malasan, berpangku tangan tanpa berbuat untuk lingkungan kita. Pemuda - pemudi, saya berkeyakinan kalian masing-masing punya potensi yang selama ini masih tersimpan di diri kalian, mulai saat ini dan sekarang kalian harus bangun dan bangkit untuk berbuat sesuatu sesuai dengan apa yang kalian mampu. Kenali potensimu, apa cita-citamu, berbuatlah... Sebagai pelajar, belajarlah yang giat, untuk kalain yang punya bakat, asahlah bakatmu, sehingga bakatmu akan menjadi prestasi bagimu yang dikemudian hari kalian akan menjadi manusia yang berguna dan brmartabat. Semoga.
BUMIAYU PERLU JEMBATAN LAYANG PENYEBRANGAN
Diposting oleh
cingsingsehat
Jembatan penyebrangan di sekitar kota Bumiayu sangat diperlukan.
CINGSINGSEHAT.COM.Menjelang hari raya Idu Fitri tahun 2010 ini, yang tinggal beberapa hari lagi, kembali masyarakat pengguna kendaraan bermotor merasakan ketidak nyamanan, karena terjadi kemacetan rutin menjelang hari raya Idul Fitri. Kemacetan terjadi karena beberapa penyebab, diantaranya; orang menyebrang disembarang tempat,selain itu Bumiayu yang termasuk kota kecil, arus lalu lintasnya berbaur dengan pasar. Kemacetan diakibatkan juga belum dibuatnya jembatan layang penyebrangan di sekitar pasar.
Jembatan layang untuk penyebrangan sangat penting keberadaannya untuk memperlancar arus laju lalu lintas. Logikanya, 20 kali orang menyebrang jalan akan tejadi penghentian arus jalan sebanyak 20 kali pula, kalau seratus kali bagaimana? Selain itu jalan lintas timur yang dibuat bebrapa tahun lalu tidak difungsikan secara maksimal, buktinya masih terlihat kendaraan berat melintas lewat/masuk kota. Perlu pembenahan dari pemerintah, sehingga ke depannya kota Bumiayu lebih nyaman bagi pengguna kendaraan.
Minggu, 31 Januari 2010
MUSIM HUJAN
Diposting oleh
cingsingsehat
Pada musim hujan tahun ini, perlu disyukuri karena hujan merupakan rahmat dari Alloh.Namun demikian limpahan air hujan perlu dikelola dengan baik.Pada ruas jalan antara Kec.Salem ke kota Bumiayu air banyak yang tumpah ke jalan raya sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna alat transpormasi mobil dan mobil. Air yang tumpah ke jalan juga mempercepat kerusakan jalan. Untuk itu perlu pembenahan oleh pihak jasa marga dan masyarakat. Semoga.
Langganan:
Postingan (Atom)