Selamat datang di "CINGSINGSEHAT.COM"

coba

RADIO MPU KANWA || BERANDA || PPNI || BELANJA DI GANJAR || UU KEPERAWATAN 

RIAS PENGANTIN DAN STUDIO FOTO

SEHAT UNTUK SEMUA

Anda Pengunjung Ke

Senin, 29 November 2010

Dokter Tewas Ditembak, Polisi Buru Pelaku


BUMIAYU - Kasus tewasnya Pundjiani (55), dokter gigi yang ditembak seorang tak dikenal, Sabtu (27/11) lalu cukup menyita perhatian masyarakat Brebes bagian selatan, khususnya Kecamatan Bumiayu. Pasalnya aksi pembunuhan itu terbilang nekat itu karena korban ditembak saat berada tepat di depan rumahnya di RT 02/RW 04 Dukuh Kampung Baru, Desa Kalierang Kecamatan Bumiayu.

Selain itu, insiden juga dilakukan saat warga mulai melakukan aktivitas sekitar pukul 05.00 WIB. Kejadian tersebut sontak membuat warga bertannya-tanya mengenai siapa pelaku dan apa motif yang melatari terjadinya pembunuhan tersebut. Dari keterangan sementara, tidak ada barang milik korban di rumah yang hilang pasca terjadinya penembakan. Warga yang tinggal di sekitar lokasi penembakan mengaku kaget dan khawatir atas kejadian yang menimpa salah seoran tetangganya tersebut.

"Jelas saja kaget, sebelumnya di sini belum pernah ada kejadian seperti itu. Selain itu pelaku juga terbilang nekat. Selain dilakukan di depan rumah, juga waktu penembakan terjadi saat mejelang warga mulai beraktivitas," kata Wawan, Minggu (28/11) seorang warga yang tinggal tidak jauh dari rumah korban

Sementara di rumah korban, garis polisi masih melintang di halamannya. Menurut Wawan, semenjak kejadian penembakan, sejumlah polisi berpakaian preman beberapa kali mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan.

"Kemarin siang setelah peristiwa penembakan, anak-anak korban dengan didampingi dari petugas kepolisian datang untuk mengambil surat dan barang-barang berharga yang ada di dalam rumah. Setelah itu rumah kembali ditutup," lanjut Wawan.

Selain berdinas di Puskesmas Bumiayu, drg Pudjiani juga membuka praktek di sebuah ruko miliknya yang berada di Jalan Diponegoro, tidak jauh dari tempat tinggalnya. Tempat praktek pengobatan tersebut juga nampak tertutup rapat sejak terjadinya penembakan.

Sementara jajaran Polres Brebes terus menyelidiki kasus tersebut, dalam penanganannya Polres Brebes juga mendapat dukungan personel dari Polda Jawa Tengah.

Kapolres Brebes AKBP Benno Louhenapessy SIK MH dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Sugeng SH mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus yang cukup menyita perhatian public, khususnya di wilayah Selatan Kabupaten Brebes ini.

"Penyelidikan masih kita lakukan, belum ada yang menjadi tersangka," kata Sugeng, saat berada di Mapolsek Bumiayu kemarin.

Pantauan Radar dari Mapolsek Bumiayu, polisi masih memintai keterangan sejumlah saksi terkait aksi pembunuhan tersebut. Terlihat di antaranya adalah EN pembantu korban, CYT seorang pejabat sebuah bank daerah milik Pemkab Brebes yang ada di Bumiayu dan WJR sopir CYT. Namun demikian, petugas belum dapat dimintai keterangan terkait pemeriksaan terhadap ketiganya.

TAK ADA YANG HILANG

Informasi yang berhasil dihimpun Radar, korban yang sehari-hari berdinas di Poli perawatan kesehatan gigi Puskesmas Bumiayu tersebut, ditembak pelaku sesaat setelah membuka pintu rumah. Dari keterangan warga yang tinggal disekitar tempat tinggal korban, sebelumnya warga sempat mendengar sebuah ledakan.

"Sebelumnya sempat terdengar suara letusan dan disusul teriakan korban minta tolong. Setelah kami mendatangi sumber suara, ternyata bu dokter sudah tergeletak di teras rumahnya," kata seorang warga yang enggan ditulis namanya.

Dikatakannya, sesaat setelah medapati korban tergeletak warga kemudian melaporkan ke petugas kepolisian Polsek Bumiayu dan setibanya petugas di Tempat Kejadian Perkara segera melarikannya ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bumiayu untuk mendapatkan penanganan medis.

"Kami sempat mengira bahwa korban terjatuh akibat penyakit yang dideritanya. Setelah di rumah sakit kami baru tahu bahwa ditubuh korban terdapat luka berlubang di bagian dada sebelah kiri. Tapi saat itu tidak mengeluarkan darah, sehingga kami tidak mengetahuinya," lanjut warga tadi

Sementara Yanti (33) salah seorang warga Dukuh Munggang mengatakan, dirinya kaget setelah mendengar kabar kematian tetangganya yang diduga akibat ditembak. Menurut dia, sudah menjadi kebiasaan korban dimana setiap pagi hari selalu keluar rumah untuk sekedar jalan-jalan pagi dilanjutkan pergi ke gereja yang berada tidak jauh dari rumah korban.

"Setahu saya, hampir setiap pagi hari korban keluar rumah. Karenanya saya kaget setelah mendengar kabar bahwa bu dokter tewas dan katanya ditembak orang," kata Yanti.

Warga lain yang juga namanya tidak ingin dikorankan kepada Radar mengatakan, dia sempat melihat sebuah sepeda motor yang dikendarai seseorang terlihat mengapit sebuah benda mirip senapan.

"Ada sepeda motor, pengendaranya terlihat tergesa-gesa melaju ke arah barat sambil mengapit senapan. Dia menggunakan helm, sehingga saya tidak sempat melihat wajahnya. Sebelumnya juga terlihat ada sepeda motor yang terparkir di luar rumah korban, dengan seseorang berdiri menghadap ke arah rumah," kata warga tadi.

Mendapati kejanggalan terhadap kematian korban, terutama dengan ditemukanya sebuah luka di tubuh korban. Polsek Bumiayu segera berkoordinasi dengan jajaran Polres Brebes yang segera turun ke wilayah Bumiayu. Petugas selanjutnya melakukan olah TKP rumah korban di bawah pengawasan langsung Wakapolres Brebes Kompol Ferry Sandi Sitepu SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Sugeng SH.

Saat dikonfirmasi wartawan, Sugeng membenarkan terjadinya aksi pembunahan yang terjadi di pagi hari tersebut. "Keterangan sementara dari saksi, terdengar letusan kemudian korban terjatuh dan berada di depan rumahnya," terang Sugeng.

Dikatakan Sugeng, saat ini pihaknya belum dapat memastikan jenis senjata yang digunakan para pelaku dalam melancarkan aksinya. "Jenis senjata maupun motif masih memerlukan penyelidikan. Untuk itu kita melakukan autopsi yang melibatkan Unit Identifikasi dan Dokpol Polda Jateng di RSU Bumiayu." jelasnya.

Proses pengangkatan proyektil peluru selanjutnya dilakukan oleh pusdokpol kemudian dibawa ke Mapolda untuk dilakukan uji balistik. Menurut Sugeng, dari hasil olah TKP dan inventarisasi rumah korban yang dilaukan bersama anak dengan disaksikan aparat pemerintahan desa kalierang, tidak ada barang milik korban yang hilang.

"Sejuh ini belum ditemukan barang milik korban yang hilang. Kita akan lakukan pengembangan untuk mengetahui motif lain," kata Sugeng.

Keluarga korban belum dapat dimintai keterangan terkait aksi penembakan tersebut, bahkan suami korban yang dikenal sebagai pengusaha di bidang farmasi bersama anaknya terlihat sangat terpukul saat berada di kamar jenasah RSU Bumiayu. (pri).radar tegal.

Tidak ada komentar:

Hi hi hi hiii....