Selamat datang di "CINGSINGSEHAT.COM"

coba

RADIO MPU KANWA || BERANDA || PPNI || BELANJA DI GANJAR || UU KEPERAWATAN 

RIAS PENGANTIN DAN STUDIO FOTO

SEHAT UNTUK SEMUA

Anda Pengunjung Ke

Senin, 19 September 2011

Anak Tertekan karena Berat Badan

Senin, 19 September 2011 - 09:29 wib
Anak tertekan karena berat badan. (Foto: Getty Images)
Anak tertekan karena berat badan. (Foto: Getty Images)
APA yang Anda lakukan jika melihat anak Anda yang masih usia sekolah terlihat lebih gemuk daripada yang seharusnya? Mungkin saja Anda akan mengatakan langsung kepadanya soal problem ini.

Tapi berhati-hatilah saat membicarakan dengan buah hati Anda.Karena ini bisa membuat anak sensitif dan kehilangan kepercayaan diri.

”Membicarakan soal berat badan bisa membuat anak merasa tertekan,“ kata ahli diet Sarah Krieger, yang juga menjabat sebagai juru bicara American Dietetic Association.

Nah untuk menghindarinya, sebaiknya orangtua bisa memulai pembicaraan tentang makanan sehat dan kebiasaan berolahraga. Namun, ini bukan hanya pembicaraan satu kali dan selesai. Ini harus menjadi sebuah percakapan yang terus berlangsung, saat buah hati Anda sudah terbebas dari masalah berat badan sekalipun.

Tekankan kepada mereka bahwa berat badan tak hanya berpengaruh terhadap penampilan, tetapi juga kesehatan. Anak-anak yang kelebihan berat badan berisiko mengalami masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, bahkan saat masih kecil.

Kegemukan dan obesitas pada anak-anak juga berisiko terkena sleep apnea, asma, dan kerusakan hati. Setiap kali ada kesempatan, berbicaralah dengan anak Anda tentang pilihan dia untuk memilih makanan sehat dan berolahraga. Berbicara soal berat badan bisa dilakukan saat belanja, menyiapkan makan malam.

”Hubungan yang sehat dengan makanan dan olahraga, itulah tujuan utamanya,” kata Krieger seperti dikutip laman WebMD.

Bahkan jika anak Anda datang kepada Anda dan mengatakan bahwa dia ingin menurunkan berat badan atau memberi tahu bahwa dia diejek di sekolah tentang berat badannya, fokus pembicaraan tidak harus kepada penurunan berat badan atau pada seberapa gemuk anak Anda. Ubah fokus dengan menginformasikan kepada dia bagaimana cara menjaga tubuh lebih sehat.

Sangat penting untuk diingat bahwa anak yang kelebihan berat badan sering tidak perlu untuk menurunkan berat badan. Dia hanya perlu tumbuh sesuai dengan berat badannya. Untuk memastikan, periksakan ke dokter. Sementara itu, dia perlu melakukan kebiasaan yang baik, seperti makan sehat dan berolahraga.

Ketika anak mencapai usia sekolah, mereka lebih mandiri dengan apa yang dia makan dan seberapa aktif dia. Nah orangtua bertanggung jawab untuk memilih makanan dan kegiatan setiap anak. Namun, pengetahuan bagaimana makan yang benar dan menjaga kesehatan adalah keterampilan yang mereka butuhkan untuk hidup.

”Tanyakan kepada anak apakah ada hal-hal yang ingin mereka lakukan untuk menjadi sehat,” saran Stephanie Walsh MD, seorang direktur medis pada divisi kesehatan anak di Children’s Healthcare of Atlanta.

Biarkan mereka memilih buah-buahan dan sayuran di supermarket atau membantu merencanakan menu makan malam. Mintalah dia untuk memilih olahraga apa yang ingin dimainkan atau mendaftar ke sebuah klub olahraga.

”Biarkan dia yang memutuskan,” kata Walsh.

”Jika dia pikir, dia lebih suka untuk melakukannya. Karena tidak ada orang yang suka diberi tahu apa yang harus mereka lakukan,” lanjutnya.

Ketika berbicara tentang nutrisi, jelaskan bahwa makanan sehat membuat tubuh lebih kuat dan dia akan jadi lebih cerdas dan menjadi yang terbaik di sekolah. Sediakan di kulkas dan dapur makanan-makanan sehat, seperti yoghurt rendah lemak, potongan-potongan sayuran dan hummus, roti gandum kecil, dan keju rendah lemak,dan biarkan dia memilih sendiri.

Buat aturan dalam keluarga tentang berapa banyak dia boleh menonton TV dan bermain video games, dan semua orang dalam rumah, termasuk orangtua, harus mengikuti aturan tersebut. Anak-anak pada setiap jenjang usia akan belajar dari yang dilakukan orangtuanya, sebanyak apa pun yang dia katakan.Seluruh keluarga akan mendapatkan untung ketika Anda meracik makanan sehat dan gaya hidup aktif untuk keluarga.

”Keluarga yang berhasil adalah jika setiap orang dalam keluarga menjalankan (gaya hidup sehat) bersama-sama,” kata Krieger.

Pujilah anak jika dia mengonsumsi sebuah apel untuk camilan atau memutuskan untuk melakukan olahraga menembak setelah pulang sekolah. Namun, jangan lantas senang jika dia kehilangan 10 pon berat badannya.
(SINDO//nsa)

Tidak ada komentar:

Hi hi hi hiii....